Hanya Orang Kafir Yang Mau Mencelakai Kucing

Layar Independen, Madiun, 24 September 2021

Penulis : Anggi Cahaya Wicaksono

Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air lirnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia. (HR Malik). Kucing dapat membersihkan bulu bulu yang mati di badannya dengan menggunakan lidah. Kucing tidak memiliki kuman di tubuhnya, jika terdapat kuman, maka kucing tersebut dalam kondisi sakit.
Dari ibnu Umar RA Nabi Muhammad SAW bersabda “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang binatang kecil yang ada di lantai’. (HR Bukhari). Kisah dalam hadist tersebut ialah tentang seorang wanita pada jaman Nabi Muhammad SAW yang dimasukkan ke neraka karena sikapnya yang tidak baik pada hewan, wanita itu mengurung dan tidak membiarkan hewan terebut mencari makan dan minum hingga kelaparan dan meninggal.
Hal tersebut menimbulkan laknat Allah sebab kucing juga makhluk Nya yang wajib disayangi sebagaimana yang Nabi Muhammad contohkan. Kucing juga makhluk hidup seperti manusia yang juga bisa merasakan lapar dan haus, dan bisa merasakan sakit dan bahagia. Hukum menyayangi kucing dalam islam ialah halal dan hukum untuk orang yang menyakiti kucing ialah mendapat dosa besar dan dimasukkan ke dalam neraka sebab di dalam hatinya tidak terdapat rasa kasih sayang untuk sesama.
Jadi hanya orang – orang yang tidak beriman saja yang tega menyiksa hewan peliharaan (Kucing), dan dapat dipastikan orang itu merupakan orang yang kikir.
Padahal semua orang yang mengaku beragama Islam pasti tau kucing merupakan hewan kesayangan Nabi besar Muhammad.
Lantas apa hanya karena emosi, kita sebagai manusia yang dibilang makhluk paling sempurna tega mencelakai hewan kesayangan nabi, hingga kakinya patah, lalu apakah pantas orang yang mencelakai itu, masih mengaku sebagai umat Rasulullah?.
Sedangkan dilihat dari sisi hukum yang berlaku di Indonesia, dengan menganiaya hewan peliharaan itu jelas melanggar pasal 302 KUHP

  1. Diancam dengan pidana penjara Paling lama tiga (3) bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah (Rp. 4.500), karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan.
  2. Jika perbuatan itu menyebabkan sakit seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau bahkan mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan (9) bulan penjara, atau pidana denda paling bnyak tiga ratus ribu rupiah (Rp. 300.000).
    Dan juga hukum penganiayaan binatang peliharaan dijelaskan dalam Pasal 91B UU 41/2014, yang bunyinya :
    ” Setiap orang yang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan sehingga menyebabkan cacat dan/atau tidak produktif sebagai mana yang dimaksud dalam Pasal 66A ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat satu (1) bulan dan paling lama enam (6) bulan dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah).

Viral…!!! Mertua Tega Piting Menantu dan Merampas Anak-anaknya

Layar Independen, Jakarta, 06 Oktober 2021

Ini adalah video asli, belum diedit oknum Polsek Menteng, yang disertakan oleh Dr. Djonggi Simorangkir, SH, MH bersama istrinya Dr. Ida Rumindang Rajaguguk, SH, MH (keduanya pengacara – red) saat melaporkan menantunya, Margaretha Sihombing, SH, dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap Ida Rumindang Rajaguguk ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020.

Saat itu, Minggu malam tanggal 25 Oktober 2020, Margaretha mendatangi kediaman Djonggi dan istrinya alias kedua mertuanya untuk mengambil kedua anak balitanya setelah sekitar 2 bulan Margaretha belum bertemu anak-anaknya tersebut akibat ditahan oleh suaminya Theo Simorangkir di rumah mertuanya, Djonggi, itu.

Hasilnya, Margaretha justru disekap. Pintu keluar unit kediaman (sebuah apartemen di daerah Menteng) dikunci dan anak kuncinya diambil/disembunyikan. Margaretha berupaya dengan semangat seorang ibu mengambil dan mempertahankan anak-anaknya yang juga rindu pada ibunya, namun yang terjadi dia diserang oleh Djonggi secara beramai-ramai bersama istrinya Rumindang, anak dan pembantunya.

Bahkan, pada satu moment sebagaimana dapat dilihat di video ini, sang mertua, Djonggi yang bergelar doktor ilmu hukum itu, memiting bagian leher/kepala Margaretha. Akibat pitingan itu, leher dan bagian sekitarnya memar, dibuktikan dengan hasil visum yang dilakukan Margaretha setelah kejadian.

Padahal, dalam adat masyarakat Batak seorang mertua laki-laki dilarang keras menyentuh menantu perempuannya. “Menyentuh saja tidak dibenarkan, tapi yang terjadi justru memiting atau menjepit kepala menantunya Margaretha dari arah belakang dengan tangan kekarnya,” ujar ayah Margaretha, Mori Sihombing, kepada pewarta media ini, Selasa 5 Oktober 2021.

Memalukan!

Margaretha akhirnya dapat keluar dari ‘neraka’ mertua itu tengah malam setelah dibantu satpam apartemen yang datang segera menolongnya seketika mendengar permintaan tolong dari Margaretha.

Aneh bin ajaib, Polsek Menteng menolak laporan Margaretha yang datang melapor usai kejadian itu. Petugas beralasan dan menyarankan agar Margaretha jangan melaporkan mertuanya sendiri, sebaiknya masalah diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan. Keanehan terjadi karena keesokan harinya, di pagi hari laporan mertua Ida Rumindang Rajaguguk yang mengaku dianiaya oleh Margaretha dengan menyertakan video ini sebagai alat bukti justru diterima oleh Polsek Menteng.

“Semoga publik dapat menilai sendiri terkait perkara perselisihan Djonggi sekeluarga dengan Margaretha, menantunya yang digembar-gemborkan oleh Djonggi melalui media partisannya bahwa Margaretha Sihombing merupakan tersangka tindak pidana oleh Polsek Menteng berdasarkan video ini,” kata Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, yang dilapori terkait kasus ini.

Akibat ditersangkakan oleh oknum penyidik Polsek Menteng, Margaretha mengadu ke Wassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Mei 2021 lalu. Polda Metro Jaya kemudian memanggil penyidik Polsek Menteng, sebanyak tiga kali tidak mau datang. Setelah panggilan berikutnya, penyidik Polsek Menteng hadir dalam gelar perkara di Polda Metro Jaya. Kedok oknum Polsek Menteng akhirnya terbuka setelah ditampilkan video asli kejadian dimaksud.

Berdasarkan informasi yang beredar, Polda Metro Jaya sudah menyurati Polsek Menteng agar menghentikan penanganan kasus tersebut alias di-SP3. Namun yang terjadi, justru Polsek Menteng mengirim surat permohonan agar Polda Metro Jaya berkenan menarik berkas laporan Ida Rumindang Rajaguguk dari Polsek Menteng ke Polda Metro Jaya untuk dapat diproses bersamaan dengan laporan polisi yang dilakukan oleh Margaretha di Polda Metro Jaya.

Kuat dugaan Polsek Menteng tidak berani menghentikan penanganan kasus tersebut karena kemungkinan besar telah “masuk angin” alias ‘menerima sesuatu atau janji diberikan sesuatu’ atau tekanan tertentu dari si pelapor yang notabene pengacara dan anaknya Theo Simorangkir yang merupakan Jaksa di Kejari Bandung. Untuk menyelamatkan diri, Polsek Menteng bersurat ke Polda Mentro Jaya agar menarik penanganan kasusnya di Polda. Dengan demikian, Polsek Menteng selamat dari cecaran dan komplain dari Djonggi bersama keluarganya.

“Semestinya, Pimpinan Polri segera mengevaluasi kinerja anak buahnya di Polsek Menteng, dan membenahi para oknum yang tidak mampu berbuat adil, tidak taat hukum, dan menyalahgunakan kewenangan dalam menangani perkara yangi dilaporkan ke polsek tersebut,” tegas Wilson Lalengke yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini. (APL/Red)

A Background In Practical Plans For Philippine Women

Firstly, its simple to get a Filipino bride. Relating to migrant ladies staff, she stated initiatives and measures had been set in place that would respond to the urgent wants and problems of abroad staff, especially women. In 1995, the Authorities adopted the Magna Carta for migrant workers, offering, amongst other measures, varied centres for monitoring functions, in addition to assist services. The Division of Labour was conducting a study on the migration of ladies staff and its affect on their families. It had also issued a coverage on the deployment of feminine family workers and abroad performing artists, including the requirement that they should have basic literacy skills, expertise and coaching demanded by the job, in addition to the situation which offered safety to international migrant employees. Given the dimension and the severity of the issue and the shortage of equitably shared financial prosperity, the inadequacies of the Authorities response would continue to be felt.

Often, a dating and marriage agency also supplies a translator when vital, but it surely’s not often the case with a Filipino brides agency. Regardless that English isn’t ever the primary language to a Filipino lady, it’s nonetheless a state language over there. So, she did research it at college. Her proficiency, nevertheless, could also be a tad limited – so get ready for some charming quirks.

A single take a look at one of her jaw-dropping pictures will present you precisely why she is among the hottest women of the Philippines. With regards to Vietnamese girls, they possess one main power that trumps Filipino girls in terms Filipino Woman of character and character. Lots of man from the US, Europe, Australia, and Canada are on the lookout for Asian brides on-line for plenty of reasons including their beauty, and Filipinas are undoubtedly essentially the most attractive ones.

Products In Philippine Girls – An Intro

The Options For Philippine Women Systems

Another thing that makes Philippine girls stand out from ladies from the US and Europe is their superb devotion. They’re very loyal to their husbands! Your Filipina bride will do something to make you content. Ladies in the Philippines are extremely trustworthy and docile. Most of them are ready to sacrifice something for the sake of her husband and kids. Due to this fact, a Filipino bride shall be an important wife for any Westerner.

Data from the State of Hawai‘i BRFSS studies indicate that in 2002, 19.2% of Filipino women age forty and over had by no means had a mammogram. This was the very best share rate of all the major ethnic groups surveyed in Hawai‘i. Also in 2002 fewer Filipino girls had a mammogram throughout the previous one yr when compared with the opposite Filipino Girl major ethnic groups. 6 A large well being plan in Hawai‘i compiled screening charges for its membership for the twelve month fiscal period 2003 to 2004 and famous that its Filipino members had a significantly decrease screening mammography rate (35.1%) than its basic membership (55.7%). 7 This fee was low in spite of repeated reminders despatched to all members of the well being plan who had not had their regular mammograms.

Phillipine Bride

Respect is a highly sensitive matter for Filipinos. You, as a foreigner, might even be considered disrespectful at instances because of your frankness or facial expressions. Sir, ma’am, and madam are generally used to politely and respectfully name somebody, particularly these of higher social rating, individuals who have finished faculty, or individuals who have passed skilled exams like Dr., Atty., Engr., and others.

Below Islamic law within the Philippines, early marriage for boys who’ve reached the age of 15 and for women who have had their first menstruation is allowed. In 2017, Filipinos dwelling abroad sent practically $33 billion in remittances to the Philippines through formal channels, based on World Bank data. Remittances greater than doubled in the past decade, and represented about 11 percent of the nation’ gross home product (GDP) in 2016.

Phillipene Women

Spending Money: You’ll be able to meet ladies totally free or convey bar girls & working ladies again to your room for between $20 to $60. When you meet some Filipino women online, some will ask you to pay their taxi fare (often $2 to $5) to allow them to visit you. You do not want a lot of money to satisfy find out here Filipina ladies however do not child yourself and think you possibly can hook up totally free. Spending somewhat bit of cash is perfectly advantageous when you’ve got a good time.

Make her feel nice. This woman is a princess, a goddess, so treat her like one. Life in this country may be pretty powerful, and due to this fact tiring. Deal with your beautiful woman proper, encompass her with TLC, and share her happiness and her smile. Probably the most important things you must think about to be able to successfully discover the love of your life through on-line Filipino brides relationship is to seek for various reputable websites.

So what makes her blog totally different from other girls travellers? Besides her extreme adventures and appetising food trips, Kara travels the Philippines on a bike. For her, hitting the open highway on two wheels, regardless of the destination Filipina Women, is an journey in itself. For Filipinos, blood is thicker than water, and they are able to do absolutely anything for the sake of their household. Expect Filipinas to verify how a lot you’re keen on your own family or their family.

There have been forty two nationwide scientists in the order’s history, with eleven of them being female powerhouses who paved the best way for women in science within the Philippines. These are the women who raised the bar, broke information, and carved out a space Filipina Dating for girls in science. From discovering new species to building the first Philippine children’s hospital, these leaders within the subject of STEM continue to empower aspiring feminine scientists in the Philippines.

Girls from the Philippines are absolutely beautiful. If you’re in search of a woman who will at all times be charming, sizzling and engaging, it’s worthwhile to date and marry a lady from the Philippines. Local Philippine Girls girls remain younger till they get to their 60s. They’ve superb genetics that allows them to look young and fairly all through their lives. Local girls are hot goals of single males from the West. They have honey-like pores and skin color, shiny and dark hair, large lips and lovely eyes.

Trendy and most used without a shadow of a doubt is the internet. There you’ll find quite a few Filipino brides sites dedicated to relationship Filipino single ladies. All the things you could do is to find and get in touch with Filipino ladies. Make your communication fascinating and unforgettable thanks to speak and video digital camera. Then get to real meetings with a Filipino girl. Filipino mail order spouse will convey only pleasure and moderation to your life. She might be there in troublesome occasions and moments of happiness.

Compared – Necessary Aspects Of Philippine Girls

Typically considered paradise on Earth, life within the Philippines just isn’t essentially all the time simple. While the vast majority of ladies typically hold down a steady job as well as taking good care of the whole household, they are genuinely proud of life and always see the constructive aspect of every little thing. Households are of numero uno significance, and we should always remember this when forming a strong Philippine Women relationship with a Filipino lady. Point out how severe you are about your intentions towards her and in addition in direction of her household. If your princess trusts you, she’ll haven’t any hesitation about relocating to your own home country, whether it’s the USA, the UK, or every other European nation. Once settled and aware of the new life-style, your Filipino soulmate will soon begin to embrace the tradition and the language of her new house.

As with any crisis, the duty of caring for the household and making each ends meet grow heavier on the shoulders of ladies, together with aged ladies who, by social norm and by comfort, typically take care of the household while the younger ones go to work. Women’s a number of burdens of needing to contribute to the family earnings while also taking good care of the young, the elderly and the sick mean girls have the longest days, the shortest relaxation and the very best stress, making them simple targets of illness. Even when they do manage to stay healthy, their situations require special consideration and action.

Panglao, Bohol, Philippines From February 27 to March 1, 2019, the Philippine Women Judges Affiliation (PWJA) hosted IAWJ’s Regional Convention for Asia-Pacific. The PWJA hosted this conference together with its twenty fourth Annual Convention-Seminar. Their faithfulness, love, and affection to their companions is a good motivator for males yearning to marry them. Philippine mail order brides are responsible and respectful. That is credited by the way they’re brought up.

Sensible Filipina Women Plans – An A-Z

Isis Worldwide strengthens South to South and South to North linkages, aiming to boost the capability of the global women’s motion. Isis focuses on outdated and new points going through women and women’s organizations. Isis maintains info resources and electronic databases, and provides library services to ladies’s organizations. Submission is neither about authority nor obedience. Its meaning is seen in relationships primarily based on love and respect. Filipino ladies are very submissive. They give up the wishes of their hearts and provides full control to the man. There’s nothing more inspirational to a person for greater heights than a submissive girl.

Merasa Di Tipu Masyarakat Lapor Ke Polisi

Layar Independen

Madiun, 12 Juni 2020

Salah satu masyarakat Dukuh Wonokromo Desa Nglandung Kacamata Geger Kabupaten Madiun atas nama Joko Yuli Kuswanto, tadi sekitar jam 11.30 Wib mendatangi Polsek Geger guna melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan tentang iuran dana pagar makam umum yang terletak di Dukuh Wonokromo Desa Nglandung. Hal ini, dilakukan karena dirinya sudah gerah dengan adanya iuran yang dilakukan dengan alasan membuat pagar makam namun pada kenyataannya sampai sekarang pagar makam umum itu tidak pernah.

Surat Tanda Penerimaan Laporan

Joko Yuli Kuswanto dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya telah melapor ke Polsek Geger dan melaporkan ketua panitia makam dan ketua kelompok tani abal – Abal dengan dugaan penggelapan uang iuran yang akan di gunakan untuk membuat pagar makam.
“Ya, tadi saya melaporkan perbuatan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh dua orang” ucap Joko Yuli Kuswanto.
Lebih lanjut, sambil menunjukkan SURAT TANDA PENERIMAAN LAPORAN (STPL) dengan nomor : STPL/08/VI/2020/ Sek Geger dirinya mengatakan bahwa selama ini dirinya sudah bersabar dan lama menunggu dibangun nya pagar makam tersebut oleh panitia namun setelah yang terkumpul puluhan juta pagar makam tersebut tidak pernah kunjung di bangun.

Kondisi Pagar Makam Dukuh Wonokromo Desa Nglandung


“Setelah permasalahan dugaan uang penggelapan masuk media kemarin. Seharusnya ketua panitia itu, mengumpulkan masyarakat dan kasih penjelasan. Bukan malah bersekongkol membikin rangkaian kejahatan dengan seseorang mengunakan nama kelompok tani untuk memelintir fakta yang ada, seolah – olah di bersih” terang Joko Yuli Kuswanto.
Selain itu, Joko Yuli Kuswanto yang juga menjabat anggota Hubungan Masyarakat (Humas) Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) juga menyampaikan bahwa ada isu yang beredar dan sempat di dengarnya, sebelum dirinya melaporkan dugaan tindak pidana penipuan Iuran uang makam.
“Saya dengar ada isu bahwa akan ada tuntutan balik, dan sudah disiapkan dana untuk menyewa pengacara. Gila kali, wong masyarakat menanyakan kok mau dituntut balik” tutup Joko Yuli Kuswanto (Red)

Suprayogi : Progam PTSL Sangat Membantu

Layar Independen

Madiun, 29 Februari 2020

Pemerintah Desa Purworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun mendapatkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 1141 bidang.

PTSL yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Suasana Pendaftaran PTSL Desa Purworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun

Metode PTSL ini merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat: sandang, pangan, dan papan. Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018.

PTSL yang populer dengan istilah sertipikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.

Suasana Pendaftaran PTSL Desa Purworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun

Siswoto Ketua Kelompok Masyarakat Desa Porworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun membenarkan saat ini, desanya mendapatkan program PTSL sebanyak 1141 bidang dan sampai saat ini baru ada 700 bidang yang sudah terdaftar.

“Dari pagu 1141 bidang, baru 700 bidang saja yang sudah kita nyatakan siap untuk di ajukan” ucap Siswoto.

Lebih lanjut, pendaftaran PTSL yang dibuka pada tanggal 15 Januari lalu diharapkan bisa memenuhi pagu disaat pendaftaran ditutup.

“Pendaftaran kita buka tanggal 15 Februari, dan semoga pagu kita terpenuhi” harap Siswoto.

Sementara itu, ditempat terpisah Suprayogi Kepala Desa Porworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas adanya program PTSL, karena dengan adanya program tersebut masyarakat nya merasa terbantu.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah, karena sudah mengasih program PTSL ke desa kita” ucap Suprayogi.

Masih menurut, Kepala Desa Porworejo dengan adanya program tersebut biaya untuk pembuatan sertifikat menjadi lebih murah dari pada pengajuan perorangan.

“Yang, jelas masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah atas program PTSL” tutup Suprayogi. (Wit)

Politeknik Madiun Bangun Kampus Baru di Magetan

Layar Independen

Magetan, 12 Februari 2020

Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan penandatanganan kesepakatan program baru dengan Politeknik Madiun yang dilaksanakan di ruang Ki Mageti, Rabu (12/2/2020).
Muhammad Fajar Subhan, Direktur Politeknik Madiun menuturkan bahwa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan yang berbentuk kebebasan membuka jurusan baru bagi kampus dengan akreditasi minimal B atau bisa juga disebut dengan Kampus Merdeka.
“Kamus Merdeka yang mempunya arti bahwa kampus memiliki kebebasan untuk membuka jurusan baru” ucap Muhammad Fajar Subhan.

Bupati Magetan Dan Politeknik Madiun Saat Menandatangani Kesepakatan Kerjasama

Lebih lanjut, Hal, tersebut tentu menjadi angin segar bagi Politeknik Madiun untuk mengembangkan sayap dengan membuka program studi baru di Magetan, dan hari ini kesepakatan itu ditandatangani bersama oleh politeknik dan Pemkab Magetan.
“Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Politeknik Madiun yang dilaksanakan di ruang Ki Mageti, (12/2/2020)” tutup Muhammad Fajar Subhan.
Sementara itu, Dr. Drs. Suprawoto. SH, M.Si Bupati Magetan menyampaikan dengan dibangunnya Politeknik Madiun kampus 3 di Magetan itu, akan menjadi sejarah tersendiri.
“Pembangunan politeknik di Kabupaten Magetan akan menjadi momen tersendiri” ucap Dr. Drs. Suprawoto. SH, M.Si.

Bupati Magetan Dan Politeknik Madiun Saat Menandatangani Kesepakatan Kerjasama

Masih menurut Dr. Drs. Suprawoto. SH, M. Si dirinya berkeyakinan dengan makin majunya dunia pendidikan di Magetan tentu juga akan menjadi pengungkit berkembangnya sektor lain di magetan.
“Dengan berkembangnya dunia pendidikan secara otomatis sektor lainpun akan berkembang” terang Dr. Drs. Suprawoto. SH, M.Si. (Sof)

Bupati Magetan Sambut Rombongan Politeknik ATK Yogyakarta

Layar Independen

Magetan, 6 Februari 2020

Siang ini, Dr. Drs. Suprawoto. SH, M.Si Bupati Magetan menerima kunjungan tamu rombongan dari Politeknik Negeri ATK Yogyakarta. Bupati Magetan menerima rombongan tersebut didampingi oleh Kepala OPD. Rombongan ini, diterima di Ruang Rapat Bupati, (6/02/2020).
Dalam kunjungan kali ini, Politeknik Negeri ATK Yogyakarta ke Pemkab Magetan guna membahas kelanjutan program kerjasama Diploma 1 Produk Kulit.
Dengan program perkuliahan pengolahan produk kulit sepatu dan non sepatu, diharapkan program ini akan mencetak wirausahawan baru khususnya di bidang kulit. Karena selama ini, Kabupaten Magetan juga dikenal dengan Kabupaten kerajinan kulit. .
Dr. Drs. Suprawoto. SH., M. Si Bupati Magetan sangat mengapresiasi kerjasama ini, dan berharap nantinya tidak hanya membuka program D-1 tapi bisa berkembang ke program D-3.
“Semoga produk kulit magetan menjadi komoditas yang mampu bersaing dengan produk kulit kota lain” harap Dr. Drs. Suprawoto. SH., M. Si.

Rombongan Politeknik ATK Negeri Yogyakarta, foto Bersama Dengan Bupati Magetan

Lebih lanjut, Bupati Magetan juga mengutarakan bahwa niat baik akan selalu ada jalan untuk menuju ke arah kebaikan pula. Karena kedatangan Direktur Politeknik Negeri ATK Yogyakarta beserta rombongannya ini mempunyai niat yang baik. Dan niat itu, sejalan dengan niat Bupati Magetan untuk mengembangkan SDM dalam hal desain produk kulit di magetan, maka Pemda Magetan pun menerima dengan kedua tangan terbuka.
“Setiap kebaikan pasti akan menemukan kebaikan juga” ucap Dr. Drs. Suprawoto. SH., M. Si.
Masih menurut Bupati Magetan, magetan sangat cocok untuk pengembangan Sentra Industri Kulit di Pulau Jawa sesuai dengan program BPSDM Industri, ditambah lagi dengan adanya Perpres No. 80 Tahun 2019 yang salah satu poinnya ialah program revitalisasi kawasan LIK Magetan, hal itulah yang diperjuangkan oleh Pemda Magetan supaya mendapatkan manfaat besar bagi kemajuan magetan dibidang industri kulit. (Sof)