Benarkah Ada Pungli Di SMPN 2 Geger ???

Layar Independen

Madiun, 31 Oktober 2018

Bor Sekolahan SMPN 2 Geger

Suara sumbang tentang adanya pungutan liar (pungli) di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMP N ) 2 Geger Kabupaten Madiun yang akhir – akhir ini mulai disorot beberapa media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Terutama dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pemantau Independen ( LSM LPI). Dugaan adanya pungutan liar dipicu dengan adanya undangan pihak sekolah ke wali murid di ajaran tahun 2017/2108 dengan undangan Nomor : 005/170/402.107.134/2017
Lampiran : –
Perihal : Undangan.
Adapun bunyi surat yang ditandatangani oleh Drs. Munirul Ichwan, M.Pd pada tanggal 26 Oktober 2017 ini sebagai berikut.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu Orang tua, Wali Murid besok pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 28 Oktober 2017
Waktu : 08.30
Tempat : SMP Negri 2 GEGER
Acara : 1. Pengambilan Rapot Sisipan Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018.
2. Rapat Komite dan Paguyuban SMP Negri 2 GEGER.
Demikian atas kehadiran dan kerjasamanya yang baik kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum.
Sementara ” K ” (inisial), salah satu Wali Murid, menjelaskan bahwa dirinya waktu datang di undangan itu, mengatakan sesungguhnya bahwa itu bukanlah suatu rapat Komite maupun paguyupan melainkan disitu sudah ada pengarahan.
“Secara pribadi saya mengatakan bahwa itu bukanlah rapat untuk komite dan paguyuban melainkan suatu pengarahan” sebutnya K.
Sementara dikonfirmasi melalui WhatsApp, Wagio ketua LSM LPI menerangkan bahwa itu sudah merupakan adanya indikasi pungli yang perlu terus diawasi dan kalau memang perlu juga akan di kordinasikan dengan satgas pungutan liar.
“Hal ini, bisa saya katakan bahwa iuran atau apapun itu namanya yang membebani Wali Murid dengan arahan yang tetek mbengek dari Komite, Paguyuban maupun Kepala Sekolah agar Wali Murid tidak merasa keberatan bisa dikatakan adanya indikasi pungli” jelas Wagio.
Masih menurut keterangan Ketua LSM LPI yang aktif dalam pemantauan kebijaksanaan pejabat ini, dirinya juga menjelaskan setelah diadakannya pengumpulan bahan keterangan dari beberapa sumber yang bisa dipercaya, bisa diketaui bahwa dari keseluruan siswa yang belum bayar ada sekitar Rp.72.000.000, (Tuju Puluh Dua Juta) lebih, dan itu bisa diartikan bahwa Wali Murid yang dulu di kumpulkan merasa keberatan ditarik, seandainya itu tidak merasa keberatan mesti sudah pada bayar semua.

Bentuk Surat Undangan Dari Kepala Sekolah Untuk Wali Murid

“data yang saya peroleh, yang belum bayar skitar 45% dari jumlah siswa, yang mestinya kalu sudah bayar semua jumlah uang terkumpul sebanyak Rp.205.000.000, (Dua Ratus Lima Juta) lebih” tutup Wagio dalam pesan fia WhatsApp nya.
Sementara  Drs. Munirul Ichwan, M.Pd Kepala Sekolah SMP N 2 Geger saat dikonfirmasi tidak ada ditempat dan saat itu di temui oleh Guru yang bernama Asih, lalu Guru ini menjelaskan bahwa sekarang Kepala Sekolah tidaka ada karena sudah pensiun dan untuk Plt-nya juga tidak ada ditempat sedang rapat di dinas, sedangkan pelaksananya baru saja ijin untuk periksa lantaran sakit gigi, bahkan Kepala Tata Usaha (KTU) juga rapat.
“Untuk sementara Kepala Sekolah Kosong karena pensiun, sedangkan Plt dan KTU rapat di dinas, pelaksana baru saja ijin karena sakit gigi, dan silahkan keterangan saya ini untuk direkam” terang Asih, masih menurut Asih, sambil jalan dirinya juga mempersilahkan untuk membuka ruangan Kepala Sekolah,” silahkan buka saja itu ruangannya nanti dikira saya sembunyikan, saya hanya bisa kasih keterangan tentang beliau bahwa tidak ada ditempat tidak lebih dari itu” cetus Asih, dan nampak tidak senang dengan kedatangan wartawan yang sekedar konfirmasi. (DP/Red)

Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi Adakan Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba di SMK Kansai

Layar Independen

Pekan Baru, 30 Oktober 2018

Penyuluh Anti Penyalahgunaan Narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM, melakukan kunjungan kerja ke SMK Kansai Pekanbaru, 29 Oktober 2018. Di Sekolah Menengah Kejuruan yang beralamat di Jl. Damai Ujung No. 120 Panam, Pekanbaru, Riau itu, Polisi berbintang satu ini berkenan memberikan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi 300-an siswa SMK Kansai Pekanbaru. Hadir juga mengikuti acara penyuluhan itu, guru-guru dan staf tata usaha sekolah yang didirikan pada tahun 2003 tersebut.

Pada kunjungan ini, Dr. Victor yang memegang 16 rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dan 39 rekor ORI (Original Rekor Indonesia) itu ditemani oleh atlit petembak putri nasional, Zayu Rizki Safitri, dan Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke. Selain para tokoh nasional tersebut, terlihat juga mendampingi Dr. Victor antara lain Ketua Umum PGRI Riau, Dr. Syahril, S.Pd, MM dan perwakilan dari Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Riau.

“Kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Jenderal Victor yang sudah berkenan mengunjungi sekolah kita, SMK Kansai Pekanbaru hari ini,” kata Kepala SMK Kansai, Fauzi, S.Pd, MM kepada pewarta media ini usai acara.

Sejalan dengan itu, di tempat yang sama, Dr. Syahril yang juga selaku pendiri SMK Kansai bersama Wilson Lalengke, mengatakan sangat beruntung karena dari sekian banyak sekolah di Pekanbaru, SMK Kansai yang dipilih Dr. Victor untuk diberikan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi siswa dan seluruh sivitas sekolah. “Pak Jenderal meluangkan waktu untuk memberikan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba bagi siswa dan kami semua, SMK Kansai sangat beruntung ya,” ujar Dr. Syahril.

Suasana Penyuluan Narkoba Di SMK Kansi

Zayu Rizki Safitri yang merupakan Pembina Zayu Lovers Club mengatakan bahwa untuk jadi hebat, hanya perlu belajar dan bekerja keras, tidak perlu hal lain. “Pesan saya kepada generasi muda, untuk dapat menjadi orang hebat, di bidang apapun yang ditekuni, kuncinya hanya belajar dan bekerja keras, tidak perlu yang lain, tidak perlu narkoba,” tegas Zayu yang juga merupakan pakar pertahanan dan keamanan kawasan Asia Pacific ini.

Acara kunjungan dan penyuluhan berlangsung dengan baik, aman, lancar dan sukses. Di akhir acara, Dr. Victor dan Zayu Rizki Safitri mengajak seluruh peserta mengikrarkan semboyan bersama “Narkoba No! Prestasi Yes! SMK Kansai Yes.. Yes.. Yes..!” SMK Kansai menyampaikan terima kasih dan kenang-kenangan kepada Dr. Victor dan Ibu Zayu Rizki Safitri. (APL/Red)

Replika Al Qur’an & Bedug Raksasa Dikirab Keliling Desa

Layar Independen

Kediri, 22 Oktober 2018

 

Peringatan Hari Santri Nasional 2018 yang dilaksanakan oleh Ormas NU Ranting Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, dapat dikatakan sangat meriah dan semarak.
Seperti halnya Kirab Santri dengan start di lapangan Desa Turus, Senin (22/10), ratusan warga masyarakat bersama seluruh Banom (Badan Otonom) NU, yaitu Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU tampak antusias berjalan keliling desa dengan pengawalan dari Polsek dan Koramil Gurah.
Kirab semakin semarak ketika ratusan peserta berpakaian putih dan yang laki-laki mengenakan sarung tersebut juga membawa panji-panji NU maupun bendera merah putih. Bahkan beberapa peserta juga menampilkan replika bernuansa Santri, seperti Ka’bah, Al Qur’an dan Bedug raksasa, serta Garuda Pancasila, dilengkapi dengan musik Islami menggunakan sound system di atas mobil.

Kades Turus, Budi Santoso bersama Ketua NU Ranting Turus memberangkatkan peserta Kirab Hari Santri Nasional 2018

Kegiatan kirab yang juga diikuti TP PKK Desa Turus dan LTMNU (Lembaga Ta’mir Masjid dan Mushola Nahdlotul Ulama) tersebut disambut oleh seluruh warga masyarakat dan para pengguna jalan lainnya. Bahkan banyak warga yang meminta peserta berhenti sejenak untuk berfoto selfie dengan replika Al Qur’an dan Bedug raksasa yang dibawa kirab.

Babinkamtibmas Polsek Gurah, Dodot Setiawan Bersama Ahmad Zainal Muslih Salah Satu Santri Dari Gurah

Ketua NU Ranting Turus, Jamiluddin mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional 2018 ini dimulai sejak Minggu, 14 Oktober 2018 dengan acara Seminar Permasalahan Kewa

Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2018 dengan antusian keliling desa

nitaan di TPQ Bani Sholeh.

“Kami juga mengadakan lomba pidato dan cerdas cemat di Musholla Hidayatul Mukarromah, lomba Mars Syubbanul Wathon di Musholla Al Hikmah, lomba Adzan di Masjid Bani Sholeh, serta puncaknya adalah Kirab Santri dengan start di Lapangan Desa Turus dan finish di Masjid Bani Sholeh, yang dirangkai dengan pengajian akbar pada malam harinya,” kata Jamiluddin.
Sementara, Kepala Desa Turus, Budi Santoso, dalam sambutannya mengatakan, kirab tersebut merupakan agenda rutin setiap tanggal 22 Oktober sebagai peringatan Hari Santri Nasional, dengan diikuti seluruh pengurus masjid, musholla, madin, TPQ, serta Banom NU dan TP PKK Desa Turus.
“Sesuai motto pada Hari Santri Nasional 2018 yaitu Bersama Santri Damailah Negeri ini, semoga di tahun politik tersebut tetap terjalin kebersamaan, tanpa ada gesekan sedikitpun, sehingga tercipta kedamaian dan kesejahteraan,” ucap Kades Turus, Budi Santoso. (JM/Red)

Berpuluh Tahun PT. Summarecon Inkar Janji, Ahli Waris Lapor JBMI

Layar Independen

Jakarta, 22 Oktober 2018

 

Haji Makawi bin H. Abdul Halim bin H. Ali (50 tahun), pemilik sebidang tanah di Kampung Rawa Gatel Kelurahan Pegangsaan Dua Kecamatan Koja Jakarta Utara DKI Jakarta akhirnya mendatangi Pengurus Pusat Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Jalan Duyung III Nomor 11A, Kelurahan Jati Pulo Gadung Jakarta Timur dalam rangka menyampaikan keluh-kesahnya terkait penyelesaian kasus penyerobotan tanah miliknya oleh PT. Summarecon Agung Tbk.

Kedatangan Haji Makawi yang berprofesi sebagai Ustadz atau Penceramah Agama di Jakarta itu disambut oleh Ketua Umum DPP JBMI, H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP bersama beberapa pengurus DPP. “Sebagai organisasi pelayan umat, kita menyambut baik kedatangan Ustad Haji Makawi untuk menjalin silahturahmi dengan JBMI, yang juga ingin menyampaikan persoalan beliau bersama keluarganya yang dizolimi oleh perusahaan kelas gajah, PT. Summarecon Agung Tbk. Di Jakarta Utara,” kata Albiner yang pernah bertugas di wilayah tersebut sebagai Komandan Batalyon Kostrad TNI belasan tahun lalu.
Dalam penuturannya kepada media ini, Haji. Makawi menjelaskan bahwa dirinya merupakan ahli waris atas tanah garapan seluas lebih-kurang 36.408 meter persegi (3,6 HA) di daerah yang saat ini dikenal dengan alamat Jalan Kelapa Nias Raya Blok GN, Jalan Boulevard Raya Blok QA, Kelapa Gading Permai, wilayah RW 12, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kodya Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. “Tanah ini merupakan milik ayah saya, almarhum H. Abdul Halim bin H. Ali berdasarkan Girik C Nomor 1242, persil 896 Blok S.II Kohir: N-2-04-10-01-04-0040 dan Girik C No. 1242, persil 896 Blok S.I Kohir: N-2-04-10-02-03-0060 atas nama ayah saya H. Abdul Halim bin H. Ali, serta Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah Garapan tertanggal 3 Maret 1980,” jelas Haji Makawi, Rabu (17 Oktober 2018).
Areal garapan tersebut, lanjut Haji Makawi, dikuasai secara tidak sah alias diserobot oleh PT. Summarecon Agung Tbk. Sejak 1986, dan membangun apartemen serta fasilitas bisnis lainnya di atas tanah dimaksud. “Sejak tahun 1986 hingga sekarang tahun 2018 ini, tanah kami tersebut diserobot oleh PT. Summarecon dan membangun beberapa unit apartemen, Sherwood, dan berbagai fasilitas bisnis di atas tanah itu,” imbuh Haji Makawi yang merupakan anak bungsu dari 9 bersaudara itu.
Masih menurut Haji Makawi, pihak PT. Summarecon Agung Tbk. Mengatakan bahwa mereka berhak atas tanah tersebut dengan jalan membeli dari seseorang bernama Asikin. Ketika dikonfirmasi kepada oknum bernama Asikin, yang bersangkutan berdalih telah membeli tanah dimaksud dari almarhum H. Abidin Halim bin H. Ali pada Februari 1981.
“Bagaimana mungkin Asikin bisa membeli tanah itu dari ayah saya, sedangkan ayah saya itu sudah meninggal pada 11 Agustus 1978, ada surat kematiannya di saya. Ketika ditunjukkan akte kematian ayah saya itu, Asikin tidak bisa bilang apa-apa, surat jual-beli mereka sudah pasti palsu,” tegas Haji Makawi.
Melihat gelagat yang kurang baik dari pihak PT. Summarecon Agung Tbk. Terhadap klaim tanah milik peninggalan warga Betawi, almarhum H. Abdul Halim bin H. Ali, oleh ahli warisnya itu, Haji Makawi mengaku telah melakukan berbagai upaya, termasuk melaporkan ke DPR RI, ke Polda Metro Jaya, dan bahkan ke Presiden. Dari catatan dokumen yang ada, hasil rapat penyelesaian sengketa lahan antara ahli waris H. Makawi dengan pihak PT. Summarecon Agung Tbk. Bertempat di Ruang Rapat Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, baik dari DPR RI, Kementerian ATR, dan Pemda DKI Jakarta, diputuskan bahwa PT. Summarecon Agung Tbk. Terindikasi melakukan transaksi jual-beli tanah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, milik ahli waris, Haji Makawi, secara cacad hukum alias illegal. Hal itu berdasarkan fakta bahwa perusahaan pengembang itu menguasai lahan ahli waris berdasarkan dokumen atas hak yang dipalsukan.
Saat ini, Haji Makawi yang menjadi pemegang kuasa ahli waris kakak-beradiknya hanya mengharapkan agar PT. Summarecon Agung Tbk. Segera menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, Haji Makawi telah meminta bantuan kepada DPP JBMI membantu memediasi dan/atau melakukan langkah-langkah teknis lainnya agar hak-hak ahli waris dapat dipenuhi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Kami sudah berjuang sangat lama, melapor ke hampir semua instansi terkait, juga telah bertemu pihak Summarecon beberapa kali, tetapi selalu mengalami kebuntuan. Summarecon terkesan menghindar dari tanggung jawabnya, menyelesaiakn masalah sengketa lahan kami di Kelapa Gading itu,” tutup Haji Makawi dengan mimik kesal. (Hwl/Red)

Desa watu gajah gelar pilkades

Layar Independen

Gunungkidul, 15 September 2018

Sabtu 13 Oktober 2018, Desa Watju Gajah Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul, mengadakana Pemilihan Kepala Desa yang di ikuti oleh 5 orang calon Kepala Desa. Diantara nama 5 calon Kepala Desa tersebut adalah ;1. Dwi ratna  ((incumbent). 2. Hariyanto. 3. Subirman. 4. Pranomono. 5. Sunarto.
Dalam pemilihan untuk menjadi orang nomor satu di Desa Watu Gajah ini, nampak hadir anggota polsek Gedangsari yang di

Warga Desa Watu Gajah Yang Sedang Menyaksikan Penghitungan Suara

bantu oleh anggota Polres Gunungkidul untuk mengamankan pilihan tersebut.

Agung Sekertaris Desa Watu Gajah, saat dikonfirnasi dalam sela – sela kesibhkannya menjelaskan bahwa, pemilihan Kepala Desa di Desa Watu Gajah berjalan aman, tertib dan kondusif dan ini semua karena tidak terlepas dari kerja keras Linmas yang membantu anggota Polsek dan Polres Gunungkidul.
“Dalam pemilihan tersebut Hariyanto menjadi Kepala Desa terpilih dengan mengumpulkan 932 suara, disusul oleh Subirman 716 suara, Sunarto 526 suara, Dwi Ratna 295 suara, pranomono dengan 98 suara” kata Agung, masih menurut keterangan Sekertaris Desa Watugajah ini, warga banyak yang datang menggunakan hak pilihnya, dan hanya beberapa saja yang tidak hadir.

Anggota Linmas Yang Sedang Bertuga Mengamankan Pilkades Di Desa Watu Gajah

“Kami dari panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik dari kepolisian anggota linmas serta warga masyarakat yang telah mendukung jalanya Pilkades di watugajah sehingga dari awal sampai akhir berjalan lancar” jelas agung (Wag )

Pilkades Sampang Berjalan Lancar Dan Jurdil

Layar Independen

Gunungkidul, 19 September 2018

Kemarin sebanyak 30 Kepala Desa di Kabupaten Gunungkidul dipilih secara serentak, oleh masyrakat. Salah satunya yaitu di Kecamatan Gedangsari persisnya di Desa Sampang, yang di ikuti sebanyak 3 (tiga) orang calon Kepala Desa. Di antara 3 (tiga) orang calon Kepala Desa yang mereputkan pucucuk pimpinan tertinggi di desa iyalah, 1.Suharman, 2. Tugino (incumbent), 3. paijo (mantan Kepala Desa lama). Acara pemiliha Kepala Desa yang dimulai puku 07. 00. WIB ini, selain di hadiri oleh, Imam Santoso, S.Ip, Camat Gedangsari bersama jajaran Muspika lain-nya, juga nampak dihadiri oleh anggota Polres Gunungkidul. Kehadiran Muspika Gedangsari dan jajaran Polres Gunungkidul di pemilihan Kepala Desa tersebut tidak lain hanya untuk memantau jalannya pemilihan Kepala Desa yang jujur dan adil (jurdil).

Suasana di Tempat Pemilihan Kepala Desa

Pemilihan yang dimulai pada Jam 07.00. WIB, tersebut ditutup oleh panitia pemilihan pada jam 13.00.WIB, yang selanjutnya diadakan penghitungan hasil pemilihan tiga calon Kepala Desa, dan tentunya penghitungan tersebut juga disaksikan oleh masyarakat. Pengitungan Kepala Desa yang jurdil dan berakhir pada jam 17.00. WIB ini, pada akhirnya menentukan Suharman sebagai Kepala Desa terpilih dengan mendapatkan 660 suara, disusul oleh Tugino dengan 521 suara, dan Paijo 595 suar.
Supadi Sekertaris Desa Sampang Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul, ditemui disela – sela kesibukan dalam pemilihak Kepala Desa tersebut mengatakan bahwa masyarakat desa sampang masih memiliki tingkat kepedulian dalam menyampaikan hak pilih masih tinggi dan ini dibuktikan dengan mereka, pada jam 07.00. WIB, semua datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih jago masing – masing.

Salah Satu Linmas Yang Menjaga Pemilihan Kepala Desa Agar Berjalan Aman, Jujur Dan Adil

“Masyrakat Desa Sampang, memiliki tinggkat kepedulian dalam menyampaikan hak pilih masih tinggi” ucap Supadi. Selain itu Supadi juga sangat berharap dengan di gelarnya pemilihan Kepala Desa yang jujur dan adil ini, tidak akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan pasca pemilihan.
“Saya berharap pada masyarakat, bahwa dalam pasca pemilihan nantinya masyarakat mau menyadari, karena dalam suatu pilihan pasti ada yang menang dan kalah, dan yang terpenting yang menang jangan sampai tepuk dada karena tugas yang berat untuk dijalani sudah menanti, dan yang kalah jangan bersedih karena dunia belum kiamat dan rejeki yang lain sudah menunggu untuk diambil” tutup Supadi. (Wag)

Di Duga Sering Aniyaya, Ags Di Polisikan Istri

Layar Independen

Surabaya, 18 September 2018

 

Slt (22) ibu rumah tangga asal, Rt 02 Rw 04 Dukuh Ngambilan Desa Pandean Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Ngawi, kemarin tanggal 16 September 2018 mendatangi Polrestabes Surabaya guna melaporkan Agus Suripto. Hal ini, dilakukan karena di duga sering dianiyaya oleh Agus Suripto selaku suaminya. Laporan kekerasan Dalam Rumah Tangga tersebut di terima oleh IPDA Apdul Halim, dan mendapat bukti tanda lapor dengan nomor : STTLP/B/1045/X/2018/JATIM/RESTABES SBY.

Surat Bukti Laporan Slt

Slt (22) saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa kekerasan yang diterima dari suaminya itu bukan cuam sekali ini saja, namun sudah seringkali dan baru ini yang meninggalkan bekas lebam.
“Baru ini yang meninggalkan bekas lebam, sehingga saya bisa lapor” tulis Slt dalam pesan WhatsAppnya. Masih menurut keterangan ibu mudah ini, dirinya tinggal di Kramat gg 1A Surabaya itu, ngekos dan tidak bekerja, sedangkan untuk biaya hidup dirinya dengan anak semata wayang-nya dirinya menjual apa yang dimiliki dan menunggu kiriman dari orang tua.

Tangan Lst , yang nampak Lebam karena sering dianiaya Suami


“Saya tidak kerja, dulu sebelum suami sering melakukan kekerasan ke saya, suamilah yang ngasih nafkah namun sekaranh sudah tidak lagi, cuma anak saya kadang di kasih duit alakadarnya saja” terang Slt.
Sementara itu Agus. S suami Slt, saat di konfirmasi melalui whatsApp, sampai brita ini di tayangkan belum ngasih jawaban sama sekali.(Dp/Red)

Pemilik Bangunan Liar Di Brangkal Dapat SP 3

Layar Independen

Madiun, 17 September 2018

 

Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur layangkan surat peringatan yang ke 3 (tiga) kali-nya kepada pemilik bangunan liar (bangli), yang berada di sepadan Saluran Primer Brangkal Kabupaten Madiun, dengan Nomor Surat : 503.593/ 18904/104.5/2018, adapun bunyi surat tersebut sebagai berikut.

Ruse Rante Padamme Kepala Bidang Manfaat Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur

Menindak lanjuti surat peringatan II tanggal 27 september 2018 dan hasil peninjauan petugas kami di lapangan Saudara mendirikan bangunan diatas sepadan Saluran Primer Brangkal (Di Brangkal) sehingga menghalangi petugas kami melaksanakan normalisasi dan melanggar peraturan perundang – undangan sebagai berikut :
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1974 tentang pengairan.
2. Peraturan Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 08/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sepadan Jaringan Irigrasi;
3. Peraturan Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sepadan Sungai dan Garis Sepadan Danau;
4. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pemakaian Tanah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur; Pasal 17 Mengatur bahwa pemakaian tanah tanpa izin dapat dikenakan sanksi atministrasi berupa pembongkaran bangunan.
Pasal 18 Mengatur bahwa pemakaian tanah tanpa ijin diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam ) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,-(Lima puluh juta rupiah);
5. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2009 tentang Irigrasi. Pasal 51 huruf g : Dalam rangka menjaga kelestarian air dan jaringan irigrasi dilarang menghalangi  atau merintangi kelancaran air dengan cara apapun; Pasal 52 huruf b; Tanpa ijin Gubernur  dilarang mendirikan, mengubah atau membongkar bangunan-bangunan lain yang berada didalam, diatas maupun melintas saluran irigrasi.

Bekti Ari Nugroho, S.Pd Kepala Desa Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun

Berdasarkan ketentuan tersebut diatas, Saudara diminta untuk segera melakukan pembongkaran bangunan yang saudara dirikan tanpa ijin dalam wakat 5 (lima) hari setelah menerima surat peringatan ini, dan mengembalikan keadaan tanah seperti semula, jika tidak di bongkar maka Tim kami akan melakukan pembongkaran bangunan yang saudara dirikan, dan seluruh biaya akan dibebankan pada saudara.
Demikian untuk dijadikan perhatian.
Sementara itu, Ruse Rante Padamme Kepala Bidang (Kabid) Fanfaat Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, menerangkan bahwa yang mendirikan bangunan liar (bangli) di sepadan irigrasi tersier, hari ini tadi mendapat surat peringatan yang ketiga.

Penyerahan Sp 3 dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Saya Air Provinsi Bangunan Liar Yang Berada Di Saluran Tersier Branglal Kecamaran Geger Madiun

” pemilik bangunan kita kasih waktu 5 (lima) hari, bila dalam waktu yang di tentukan pihak pemilik bangunan liar tidak juga melakukan pembongkaran maka kita yang akan melakukan pembongkaran” kata Ruse Rante Padamme.

Bekti Ari Nugroho, S.Pd, Kepala Desa Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, mengatakan bahwa dirinya selaku pemangku jabatan, sangat menghormati proses hukum. Dan selama dirinya menjabat sebagai Kepala Desa belum pernah sekalipun ada surat atau pemberitaun tentang penggunaan bangunan yang berada di sepadan aliran tersier di brangkal.
“Saya tidak pernah memberikan ijin dan tidak pernah dimintai ijin, jadi saya sangat menghormati hukum yang berlaku” kata Bekti Ari Nugroho, S.Pd. (Dp/Red)

Para Peserta Sosialisa Grativikasi, Tidak Tau Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stan

Layar Independen

Magetan 15 September 2018

 

Kemarin tanggal 15 September 2018, sebanyak 1000 (seribu) orang yang bekerja di instansi Pemerintahan Kabupaten Magetan, mulai jajaran Kepala Desa, Camat, Sampai Kepala Dinas, bahkan Kepala Sekolah dan guru, berkumpul di Pendopo Graha Surya. Hal ini, di lakukan demi mendapatkan wejangan dari Agus Raharjo Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait grativikasi secara langsung.
Agus Raharjo Ketua KPK dihadapan 1000 peserta yang hadir sempat memberi warning kepada Bupati dan Wakil Bupati Magetan agar tidak melakukan grativikasi, karena selama kepemimpinanya dirinya sudah mengamankan sebanyak 12 Bupati dari Jawa Timur yang terlibat korupsi ataupun gartivikasi.
‘’Ada salah satu Gubernur dulu tanda tangan fakta intergritas didepan saya, tidak lama dia ketangkap KPK, adalagi seorang politisi ternama bersumbah tidak akan melakukan grativikasi, tapi besuknya sudah pakai rompi tahanan, jadi perubahan itu tidak boleh hanya formalitas saja,”ujar Agus Raharja.

Ketua KPK Agus Raharjo Memakai Batik Bersama Bupati Magetan

Bukan cuma terkait ulasan gratifikasi yang di berikan oleh Ketua KPK saja yang menarik perhatian, namun yang lebih menarik malah waktu kehadirannya itu, pasalnya kehadiran Ketua KPK tersebut disambut dengan nyanyian Indonesia Raya yang carut marut oleh ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sejumlah undangan lain. Ribuan peserta sosialisasi pengendalian grativikasi yang digelar langsung oleh Ketua KPK tampak jelas kebingungan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dibuat secara 3 stanza, lagu yang memang asli dibuat Wage Rudolf Soepratman. Para peserta yang tidak tahu lirik lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza tampak bingung dan bahkan mereka tampak saling pandang dengan peserta lain. Yang untungnya, operator cepat tanggap, sehingga langsung memunculkan lirik secara langsung dalam layar proyektor, dan walau terbata-bata akhirnya bisa mengikuti.
Agus Rahardjo mengatakan, makna lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza tersebut sangat dalam, seperti halnya Kabupaten Magetan ini yang juga harus berubah dalam menjalankan roda pemerintahanya terutama dalam memberantas korupsi. “lagu Indonesia raya yang asli diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, memang 3 stanza dan Kenapa kita pilih lagu yang asli, karena lagu ini maknanya sangat dalam dan syairnya sangat komplit,”ujar Agus dalam sambutanya. (Red)

PPWI Apresiasi Keberhasilan Polri Menangkap Pembegal Wartawan Metropol

Layar Independen

Jakarta, 14 Oktober 2018

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional Wilson Lalengke menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolri dalam hal ini Kapolres Bogor, Jawa Barat, beserta jajarannya, Kapolres Bima, NTB, dan semua pihak yang telah membantu mencari, mengejar, dan menangkap Muhammad Nur alias Roni, oknum pembegal wartawan Metropol, di tempat

Pembegal Wartawan Di Amankan Polri

persembunyiannya di Bima.

 

“Walau memakan waktu cukup lama kita dapat memaklumi kondisi dan kendala yang dihadapi pihak kepolisian dalam menangkap pelaku, dan untuk itu, sekali lagi atas nama PPWI Nasional, saya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ini,” kata Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, di Jakarta, Minggu (14/10/2018).

Wilson juga mengharapkan agar Polri selalu sukses dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembankan negara kepadanya. “Bravo Polres Bogor..!! Bravo Polres Bima..!! Bravo Polri..!!!” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa Sabtu 13 Oktober 2018 pukul 12:00 wita, Tim Jatanras Polres Bima Kota yang dipimpin oleh Katim Jatanras Aipda Guntur PS beserta personel berhasil melakukan penangkapan terhadap satu orang ‘DPO’ kasus penganiayaan TKP Wilkum Polres Bogor, berdasarkan LP / B / 702 / VIII / 2018 / Res. Bgr.  tanggal 05 Agustus 2018 dan DPO / 85 / VIII / 2018 / Reskrim.

Adapun Barang Bukti yang berhasil damankan oleh polisi berupa 1 (satu) Buah Parang, satu buah dompet berisikan uang Rp 1.900.000 dan satu unit Sepeda Motor Yamaha Vixion Jumbo.

Berdasarkan Laporan Polisi dan DPO tersebut, anggota Reskrim Polres Bogor berkordinasi dengan Tim Jatanras Polres Bima Kota,  bahwa pelaku penganiayaan wartawan melarikan diri ke kampung halamannya di Wilyah Sape Kabupaten Bima.

Kemudian, Tim Jatanras melakukan penyelidikan keberadaan pelaku selama 2 (dua) hari, sehingga pada hSabtu 13 Oktober 2018 sekitar pukul 12:00 wita,  Tim Jatanras melakukan penggerbekan di tempat persembunyian pelaku di sebuah gubuk di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Saat pengerebekan tersebut, Tim Jatanras nerhasil mengamankan pelaku, walaupun pada saat penangkapn Tim sempat mendapatkan perlawanan dari pelaku, dan pelaku hendak melarikan diri. Namun, dengan Sigap Tim berhasil mengamankan pelaku. Saat, Tim mebawa pelaku ke Kantor Sat Reskrim Polres Bima Kota untuk selanjutnya berkordinasi dengan Pihak Reskrim Polres Bogor. (Red)