Matching Fund 2021 Universitas Tujuh Belas Agustus Memajukan Desa Plunturan Di Sektor Wisata

Layar Independent, Ponorogo 20 Nopember 2021

Desa wisata yang menjadi harapan Desa Plunturan sejak beberapa tahun silam, pelan-pelan sudah akan menjadi kenyataan. Hal ini terbukti dangan mulai dideklarasikan terbentuknya Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Bumi Aji Onggopati. Ibarat periuk menemukan tutupnya, seperti rintisan desa wisata pada umumnya. Sebagai pondasi dasar penguatan organisasi adalah ketersediaan sumber daya manusia  yang unggul di bidangnya, maka peningkatan kapasitas SDM mutlak dilakukan dengan berbagai ketrampilan dan pelatihan di bidang pariwisata. Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian Program Matching Fund Universitas Tujuh Belas Agustus yang dimulai sejak bulan Agustus lalu. Melalui Pemerintah Desa Plunturan, Pokdarwis Bumi Aji Onggopati juga kesiapan masyarakat, calon pengelola wisata untuk menerima kehadiran Tim dari Untag Surabaya.

Edukasi yang diberikan berupa bimbingan mulai dari pelatihan, peningkatan kapsitas pelaku seni. Warga yang antusias diharapkan untuk terbuka dengan budaya wisatawan, dengan belajar story telling hingga tour guide. Anak-anak muda yang akan menjadi ujung tombak untuk mewujudkan kesuksesan desa wisata tersebut. Apresiasi tersebut diberikan dalam rangka mendorong desa wisata dalam menggali dan mengangkat potensi sumber daya alam maupun budaya lokal setempat yang dikenal sejak jaman dahulu. Selain adat tradisi kesenian reyog kuno yang masih eksis di Plunturan sampai sekarang. Hal ini jika digarap secara profesional tentu akan menjadi magnet bagi wisatawan, tidak sekedar datang melainkan tinggal bermalam di desa.  

Drs. Y.B. Agung Prasaja, M.Hum. Koordinator Tim Matching Fund 2021 dari program studi Sastra Inggris mengungkapkan pada ajang ini, Untag termasuk pelaksana program Matching Fund dari Kemendikbud tersebut.

Awalnya, kami hanya berniat untuk mengabdi sebagai pedamping mahasiswa, ternyata di Plunturan kita menemukan sesuatu yang lain, sehungga keinginan itu berubah. Tekad kita sudah bulat untuk menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata unggulan di Kabupaten Ponorogo. Desa Plunturan merupakan salah desa binaan Untag sejak tahun 2019 melalui program pengabdian masyarakat, KKN mahasiswa juga Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untag. Tim itu terdiri dari dosen-dosen lintas program studi, antara lain, fakultas budaya dan fakultas ilmu sosial politik. 

Tim juga telah melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi para pengajar atau dosen yang mendampingi desa wisata dengan cakupan materi seperti Sadar Wisata, Sapta Pesona, pelayanan prima (exploring, packaging, presentation) dan pengembangan potensi produk pariwisata.

Selain itu, Agung menyampaikan strategi-strategi yang perlu dilaksanakan dalam melakukan pengembangan pariwisata di desa tersebut. Mulai dari pemetaan obyek wisata dapat dikunjungi hingga makanan khas daerah. Hal tersebut diperlukan untuk menunjang promosi paket wisata budaya. “Diharapkan program ini merubah cara pandang masyarakat tentang wisata budaya dan semakin mandiri dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Kami yakin desa sudah mulai tanggap dalam menerima wisatawan baik domestik dan mancanegara yang akan kita persiapkan untuk tahun depan.” tambahnya.(napy)