Dua Inovator Cilik Yang Patut Diacungi Jempol

sebelah kiri Setiya Wahyu Jatmika, ST ,Maheswara Puwa Hadi Gautama (15) dan Hellyos Ageng Haqiqie (15) disaat mendaftar di kantor bappeda tulungagung

Layar Independen, Tulungagung, 8 Oktober 2021

Hellyos Ageng Haqiqie (15) (kelas 9 SMPN 01 kalidawir)
dan Maheswara Puwa Hadi Gautama (15) (kelas 9 SMPN 01 Kedungwaru) ke duanya merupakan inovator muda yang tergabung dalam
Posyantek Kedung Tehno Jaya mereka berdua merupakan penemu “IoT Start Engine” yang berfungsi sebagai alat pengaman mobil atau motor.
Hellyos Ageng Haqiqie setelah mendaftar kan lomba alat yang dibuat nya menjelaskan bahwa, Sepeda motor menggunakan kunci konvensional untuk keamanan dan menyalakan mesin. Ini bertujuan untuk membuat aplikasi kendali sepeda motor berbasis internet menggunakan perangkat yang dapat terhubung dengan internet salah satunya smartphone. Sistem ini dapat membantu user untuk menyalakan mesin dan Monitoring sepeda motor dengan jarak yang tidak terbatas. Wemos D1 merupakan pengendali utama pada sepeda motor. Dengan menggunakan smartphone sebagai remote. Wemos D1 R1 mini menerima perintah yang dikirimkan dari handphone.
“Dengan Aplikasi ini membantu untuk menemukan keberadaan sepeda motor dengan cara melihat posisi motor menggunakan Gps trigger dan kita juga bisa mengecek suhu, voltase, dan menghidupkan lampu sein maupun lampu jalan dari jarak jauh” jelas Hellyos.
Lebih lanjut, Hellyos Ageng Haqiqie juga mengatakan bahwa zaman yang semakin maju melahirkan berbagai solusi untuk memecahkan permasalahan manusia. Permasalahan yang timbul akibat keterbatasan manusia ataupun dari faktor lain, kini sedikit demi sedikit sudah dapat diatasi. Salah satu solusi yang dapat membantu permasalahan manusia yaitu dengan menggunakan sistem kendali berbasis komputer. Sistem kendali menggunakan komputer diharapkan dapat meringankan dan menyelesaikan pekerjaan manusia serta menjadi solusi untuk membantu permasalahan manusia.
Keadaan ini semakin mendorong manusia untuk terus melakukan berbagaimacam percobaan dan belajar sehingga dapat memberikan keuntungan lebih untuk membantu manusia dalam menjalakan aktivitasnya sehari-hari. Salah satunya
adalah smartphone, tidak barang mewah lagi bagi Pelajar bahkan masyarakat yang menggunakan smartphone. Selain itu, sensor dan komponen elektronik yang berkembang pesat saat ini adalah pengendali mikro single-board, sehingga dalam dunia pembelajaran selalu terkait dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi yang canggih.
“Maraknya teknologi smartphone android saat ini, banyak anak muda yang memakainya Android menggunakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Google. Android merupakan salah satu keluarga Linux sehingga memungkinkan setiap orang dapat mengembangkan sistem Android itu sendiri. Saat ini, dari Google telah meluncurkan software khusus yang dapat melakukan perkembangan terhadap sistem operasi android” jelas Inovator cilik ini.
Sementara itu, ditempat yang sama Maheswara Pua Gautama menambahkan bahwa Pavel Bayborodin pendiri platorm Blynk adalah platform aplikasi yang dapat diunduh secara gratis untuk iOS dan Android yang berfungsi mengontrol Arduino, Wemos D1 dan sejenisnya melalui
Internet. Blynk dirancang untuk Internet of Things dengan tujuan dapat mengontrol hardware dari jarak jauh, dapat menampilkan data sensor, dapat menyimpan data dan lainnya, blynk juga banyak digunakan untuk mengontrol mikrokontroler.
“Mikrokontroler merupakan suatu alat pengendali yang memiliki ukuran kecil, yang dapat dioperasikan bersamaan dengan alat elektronik lainnya” jelas Maheswara Pua Gautama.
Bahkan Maheswara juga mengatakan Keunggulan yang dimiliki mikrokontroler dapat digunakan sebagai suatu sistem kendali dan terdapat banyak pengendali mikro single board yang tidak berbasis open-source. Sehingga sulit untuk membuat sistem pengendali.
Monitoring sepeda motor banyak diciptakan dengan berbagai jenis seperti menggunakan sensor voltase, Modul Gps, Sensor Suhu dan Mifi yang digunakan untuk sistem monitoring dengan jarak jauh tetapi smartphone harus terhubung dengan internet.
Wemos D1 R1 Meskipun bentuk board ini dirancang menyerupai arduino uno, namun dari sisi spesifikasi, sebenarnya jauh lebih unggul Wemos D1, salah satunya dikarenakan inti dari Wemos D1 adalah Esp8266EX yang memiliki prosesor 32 bit. (Bandingkan dengan Arduino UNO, yang berintikan AVR 8 bit). Sebagaimana board berbasis ESP8266, yang dapat digunakan untuk monitoring jarak jauh.
“BLYNK adalah platform untuk aplikasi OS Mobile (iOS dan Android) yang bertujuan untuk kendali module Arduino, Raspberry Pi, ESP8266, WEMOS D1” kata Maheswara.
Setiya wahyu jatmika, ST Ketua Posyantek Kedung Tehno Jaya menerangkan dalam hal ini bermaksud mencari generasi penerus posyantek sebagai inovator yang nantinya dapat berperan aktif dalam masyarakat. “Dengan adanya inovator-inovator muda ini di harapkan estafet inovasi tidak berhenti” terang ketua Posyantek.
Masih menurut Setiya Wahyu Jatmika, ST pembuatan alat yang ditemukan oleh anggota mudanya ini sangat cocok untuk safety (keamanan) dari pencurian kendaraan bahkan alat ini tidak hanya bisa di aplikasikan di sepeda motor juga bisa juga di pasang di mobil, rumah gudang dan lain sebagainya. Untuk selanjutnya penambahan fitur bisa ditambahkan. Manfaat dari pembuatan Start Engine Menggunakan Wemos D1 R1 MINI Berbasis Internet.
Menjadikan kendaraan aman dari pencurian
Memudahkan pencarian kendaraan ketika berada di parkir yang luas
Penambahan fitur bisa untuk memonitor kendaraan ber posisi di manapun.
“Tujuan dari pebuatan alat ini adalah mencari generasi muda yang aktif dalam inovasi dan di era 4.0 ini kita di tuntut untuk mengenal sistem digital dan internet yang ada agar tidak ketinggalan dengan negara lain” jelas Setiya Wahyu Jatmika, ST. (Red)

Leave a Comment