Hanya Orang Kafir Yang Mau Mencelakai Kucing

Kinako Kucing Kesayangan Pimpinan Redaksi Layar Independen Yang Di aniaya Oleh Orang Kafir

Layar Independen, Madiun, 24 September 2021

Penulis : Anggi Cahaya Wicaksono

Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air lirnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia. (HR Malik). Kucing dapat membersihkan bulu bulu yang mati di badannya dengan menggunakan lidah. Kucing tidak memiliki kuman di tubuhnya, jika terdapat kuman, maka kucing tersebut dalam kondisi sakit.
Dari ibnu Umar RA Nabi Muhammad SAW bersabda “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang binatang kecil yang ada di lantai’. (HR Bukhari). Kisah dalam hadist tersebut ialah tentang seorang wanita pada jaman Nabi Muhammad SAW yang dimasukkan ke neraka karena sikapnya yang tidak baik pada hewan, wanita itu mengurung dan tidak membiarkan hewan terebut mencari makan dan minum hingga kelaparan dan meninggal.
Hal tersebut menimbulkan laknat Allah sebab kucing juga makhluk Nya yang wajib disayangi sebagaimana yang Nabi Muhammad contohkan. Kucing juga makhluk hidup seperti manusia yang juga bisa merasakan lapar dan haus, dan bisa merasakan sakit dan bahagia. Hukum menyayangi kucing dalam islam ialah halal dan hukum untuk orang yang menyakiti kucing ialah mendapat dosa besar dan dimasukkan ke dalam neraka sebab di dalam hatinya tidak terdapat rasa kasih sayang untuk sesama.
Jadi hanya orang – orang yang tidak beriman saja yang tega menyiksa hewan peliharaan (Kucing), dan dapat dipastikan orang itu merupakan orang yang kikir.
Padahal semua orang yang mengaku beragama Islam pasti tau kucing merupakan hewan kesayangan Nabi besar Muhammad.
Lantas apa hanya karena emosi, kita sebagai manusia yang dibilang makhluk paling sempurna tega mencelakai hewan kesayangan nabi, hingga kakinya patah, lalu apakah pantas orang yang mencelakai itu, masih mengaku sebagai umat Rasulullah?.
Sedangkan dilihat dari sisi hukum yang berlaku di Indonesia, dengan menganiaya hewan peliharaan itu jelas melanggar pasal 302 KUHP

  1. Diancam dengan pidana penjara Paling lama tiga (3) bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah (Rp. 4.500), karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan.
  2. Jika perbuatan itu menyebabkan sakit seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau bahkan mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan (9) bulan penjara, atau pidana denda paling bnyak tiga ratus ribu rupiah (Rp. 300.000).
    Dan juga hukum penganiayaan binatang peliharaan dijelaskan dalam Pasal 91B UU 41/2014, yang bunyinya :
    ” Setiap orang yang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan sehingga menyebabkan cacat dan/atau tidak produktif sebagai mana yang dimaksud dalam Pasal 66A ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat satu (1) bulan dan paling lama enam (6) bulan dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah).

Leave a Comment