Merasa Ditipu, Suwarni Adukan Aiptu Johan Toto Arema, S.H, MH Ke Divpropam Jatim

Aiptu Johan Toto Arema, S.H, MH kaos berwarna merah.

Layar Independen, Ponorogo, 23 September 2021

Merasa di tipu oleh Johan Toto Arema, S.H, MH oknum polisi berpangkat Aiptu, yang bertugas di Polsek Mlarak Mapolres Ponorogo, Suwarni (47) atau yang lebih akrab di sapa Opek warga RT 02 RW 02 Dukuh Patran Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo mengadu ke Divpropam Jatim pada tanggal 16 September, dengan nomor pengaduan, Nomor : TPSP2/P/IX/YANDUAN.
Suwarni saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa semua berawal adanya dugaan tindak pidana perampasan mobil yang akan dilakukan oleh tiga orang yang tidak saya kenal, lalu saya mendatangi Polsek Mlarak dengan maksud untuk koordinasi. Namun, atas saran Johan saya disuruh menitipkan mobil ke Polsek. Pada malam itu juga, Aiptu Johan bersama salah satu anggota Polsek Mlarak yang tidak saya ketahui namanya mengambil mobil saya dengan mengendarai mobil dinas milik Polsek Mlarak.

Bukti Tanda Terima Surat Pengaduan Masyarakat


“Setelah koordinasi, untuk menjaga keamanan agar tidak ada perampasan Aiptu Johan bersama dengan anggota Polsek Mlarak yang tidak saya ketahui namanya mengambil mobil saya” jelas Suwarni.
Lebih lanjut, Suwarni juga mengatakan selang beberapa hari setelah mobil dengan merk Isuzu.New Panther. Grand Touring 2.5 MT, dengan warna coklat muda metalik tahun 2011 dengan Nopol AE 1543 NN milik nya berada di Polsek Mlarak dan akan di ambil ternyata mobil tersebut sudah tidak ada, dan menurut pengakuan Aiptu Johan mobil tersebut di bawa ke Polres Ponorogo untuk di amankan.
“Waktu mobil saya akan ambil, mobil itu, tidak ada di lokasi Polsek ” kata Suwarni.
Sementara itu, Aiptu Johan Toto Arema, S.H, MH saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya memang pernah di mintai tolong dititipi sebuah mobil oleh Suwarni, karena mobil tersebut mau dirampas oleh Bendol selaku eksternal dari SMS finance, dan secara pribadi memang mobil itu tidak bisa di tarik dengan alasan keridit macet.
“Itu yang salah memang Bendol, dan mobil itu tidak boleh di tarik. Karena saya waktu itu, di telfon oleh Kasi Propam Polres Ponorogo terpaksa mobil itu saya serahkan” jelas Aiptu Johan. (Red)

Leave a Comment