Pemprov. DKI Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrim, Sudin Jakut Malah Lakukan Pembongkaran Rumah Pompa Bulak Cabe Dan Bukit Gading Raya

Layar Independen, Jakarta, 17 September 2021

Pemprov. DKI Jakarta mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di wilayah Ibu Kota, 13-20 September 2021. “Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai petir atau angin kencang” tulis akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta didasarkan dari prakiraan cuaca berbasis dampak yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Jakarta berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan/atau tanah longsor dari cuaca ekstrem dengan level SIAGA,” tulis Pemprov DKI, Selasa (14/9/2021). “Status SIAGA pada 15 September 2021,” tulis unggahan Pemprov DKI yang disampaikan dalam gambar.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir atau tanah longsor tersebut. Warga bisa menghubungi layanan darurat di nomor 112 jika menemukan kondisi darurat. Warga juga bisa melaporkan genangan atau banjir melalui fitur JakLapor di aplikasi JAKI dan memantau kondisi banjir melalui fitur JakPantau. “Dengan melapor, kamu dapat membantu petugas untuk menemukan titik genangan/banjir agar segera dapat ditindaklanjuti, serta laporanmu akan terintegrasi dengan JakPantau. Mari waspada dan persiapkan diri antisipasi bersama!” tulis Pemprov DKI.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewaspadai potensi banjir dampak cuaca ekstrem sebagaimana dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyatakan Rabu (15/9) wilayah Jakarta berstatus siaga menghadapi sejumlah dampak cuaca ekstrem. “Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, Jakarta berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan/atau tanah longsor dari cuaca ekstrem dengan level siaga.,” keterangan BPBD dalam akun instagram @dkijakarta, Rabu. (15/9).
Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menekankan, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan antisipasi banjir. Salah satunya dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. “Kita pastikan sumber daya yang kami miliki, SDM, alat semua akan kita fungsikan semaksimal mungkin, kita belajar dari tahun ke tahun sebelumnya tentang antisipasi pencegahan penanganan pengendalian banjir,” ujar Riza di Balai Kota kemarin.
Riza juga mengatakan bahwa DKI sudah melakukan sejumlah langkah-langkah antisipasi guna mencegah banjir dengan mengeruk sejumlah sungai, gerebek lumpur, hingga menyiapkan pompa air mewaspadai potensi banjir imbas cuaca ekstrem. “Yang paling penting masyarakat harus patuh, disiplin, waspada, apalagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, di sekitar daerah-daerah yang tergenang air,” jelas politikus Partai Gerindra itu.
Sementara itu, ditengah gencar nya pemerintah pusat dan daerah mengantisipasi banjir akibat cuaca ekstrim, dengan mengeruk sejumlah sungai, gerebek lumpur, hingga menyiapkan pompa air mobile dan kelayakan pompa berukuran besar di rumah pompa di wilayah DKI Jakarta, Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara malah melakukan pembongkaran Rumah Pompa Bulak Cabe dan Bukit Gading Raya, yang dikerjakan oleh CV. MEGA JAYA TEKNINDO, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 13 Miliar.
Hasil pengamatan di ke dua rumah pompa tersebut, terjadi pembongkaran struktur pada bagian pondasi beton saringan sampah.
Sementara itu, dari beberapa masyarakat yang enggan namanya di sebut menjelaskan bahwa bangunan yang di bongkar usia nya belum genap dua tahun.
“Saya bingung melihat rumah pompa ini. Belum dua tahun rumah pompa ini selesai, sudah ada lagi pembongkaran struktur. coba lihat air kali naik, sampah juga menutupi saringan sampah yang menuju rumah pompa. Ini kalua hujan deras pasti menghambat kinerja pompa” Cetus Masyarakat.
Sampai brita ini di tayangkan Kepala Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara, Adrian Mara Maulana, tidak bisa di hubungi, sedangkan Frans Agustinus Siahaan, Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Utara tidak mau untuk dikonfirmasi. (tim)

Leave a Comment