E-warung Di Dua Desa Kecamatan Pilangkenceng Salahi Pedum

Sri Suryani Bendahara bumDes dan pengelola E-Warung Desa Sumbergandu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun

Layar Independen, Madiun, 9 September 2021

Program Pemerintah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang di terima oleh keluarga penerima Manfaat (KPM) yang di salurkan oleh Kementerian Sosial dengan mekanismenya, BPNT dilakukan menggunakan akun elektronik. Jadi, KPM menerima dana tunai sebesar Rp.200.000,-(Dua Ratus Ribu) Perbulan yang ditransfer ke rekening masing-masing KPM bekerja sama dengan bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu BRI, BNI, Mandiri dan BTN. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pangan, tidak hanya beras seperti pada rastra. Dengan catatan pembelian di E- Warung Gotong royong kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e- Warung KUBE PKH) dengan jenis dan kualitas yang tidak ditentukan alias bebas memilih bin mboten paketan.
Hal, ini sudah sangat jelas diatur dalam pedoman umum tahun 2020, 1.6 tentang prinsip pelaksanaan program.
Pelaksanaan program sembako harus memenuhi prinsip.

  1. Memberikan pilihan dan kendali kepada KPM untuk menentukan waktu pembelian, jenis, jumlah dan kualitas bahan pangan serta E-warung.
  2. KPM dapat memanfaatkan dana bantuan program sembako pada E-warung terdekat.
  3. E-warung tidak memaketkan bahan pangan, yaitu menjual bahan pangan dengan jenis dan dalam jumlah yang di tentukan sepihak oleh E-Warung atau pihak lain sehingga KPM tidak mempunyai pilihan.
    Selain itu, juga dijelaskan dalam pedoman umum tentang penyimpanan E-warung Nomor 3.1.4 poin (g) setiap perorangan atau badan hukum di perbolehkan menjadi E-warung yang melayani program sembako, kecuali badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik desa (bumDes) beserta unit usahanya, Toko Tani Indonesia, ASN, pegawai Himbara dan tenaga pelaksana bansos pangan.
    Penjelasan dalam Pedoman Umum Sembako 2020 yang ditandatangani di Jakarta, Desember 2019 oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan/Selaku Ketua Tim Pengendali Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Muhadjir Effendy ini, tidak di indahkan oleh pemilik atau pengelola E-warung yang berada di Desa Wonoayu dan Sumbergandu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Pasalnya, E-warung kedua desa tersebut melakukan pemaketan sembako. Lebih parahnya lagi terletak di Desa Sumbergandu dimana penyalur bantuan langsung non tunai ini di kuasai oleh bumDes.
    Sri Suryani bendahara bumDes Desa Sumbergandu saat dikonfirmasi di rumah nya membenarkan bahwa pembelian sembako tersebut sudah berbentuk pemaketan yang di tentukan sendiri oleh pihak pengelola E-warung.
    “Pembelian berbentuk paket yang isi dalam paket tersebut beras 15 kg, sayuran, buah per 2 biji, tempe 1, ayam 1/2 kg, telur 1/2” ucap Sri Suryani.
    Lebih lanjut, Sri Suryani juga mengatakan bahwa Toko Sumber Pangan yang mengelola E-Warung tersebut dibawah bumDes.
    “E-warung ini, milik bumDes, dan yang belanja itu semua ketua bumDes bahkan yang menyuruh memberi buah pir sebanyak dua biji itu juga ketua bumDes” terang Sri Suryani. (Red)

Leave a Comment