Pegawai Outsourcing Keluhkan Potongan Gaji

Layar Independen, Madiun, 15 Agustus 2021

Para pegawai outsourcing yang bekerja di Rumah Sakit Paru – Paru Dungus berikut Sub.Unit Joglo yang menangani khusus pasien Covid 19, yang di tanggani olah CV. Dwi Manunggal mengeluhkan potongan upah sebesar Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah). Selain itu, mereka para pekerja outsourcing ini juga mengeluhkan besaran upah yang jauh di bawah UMR (Upah Minimum Regional) Kabupaten Madiun. Dimana saat ini, UMR di Kabupaten Madiun mencapai Rp 1.951.588,16.
Sementara itu, salah satu pegawai outsourcing yang berinisial War sat di konfirmasi membenarkan bahwa upah yang diterima nya sebagai pekerja selain jauh dari UMR juga masih di kenakan potongan sebesar Rp. 150.000,- dengan alasan untuk membayar BPJS dan Koperasi.
“Disini kita cuma di gaji sebesar Rp. 700.000,- dan itupun masih di potong Rp. 150.000,- untuk BPJS dan Koperasi” ungkap War.
Lebih lanjut, War juga menjelaskan bahwa selama dirinya bekerja di CV. Dwi Manunggal tidak pernah mendapatkan struk besaran gaji dan kejelasan potongan,” selama saya kerja struk gaji dan kejelasan potongan cuma sekedar lesan” jelas War.
Sementara itu, Andik Direktur CV. Dwi Manunggal sewaktu di konfirmasi di rumahnya, menjelaskan bahwa potongan tersebut memang ada, namun bukan untuk BPJS dan Koperasi. Potongan sebesar Rp. 150.000,- ribu itu merupakan kesepakatan awal sebelum mereka.
“Sebelum mereka kerja di CV. Saya itu, sudah ada kesepakatan potongan sebesar Rp. 150.000,-. Yang Rp 100.00,- CV, dan Rp. 50.000,- untuk koprasi. Potongan yang sebesar Rp.50.000,- dilakukan oleh mandor dan diserahkan ke pegawai Rumasakit yang berinisial Lam” jelas Andik. (Nang/Pri)

Leave a Comment