Soal Ujian Penjaringan Perangkat Diduga Bocor, Peserta Luruk Panitia

Layar Independen, Tulungagung, 3 februari 2021

Pemeritahan Desa Ngentrong kecamatan Campurdarat pada tanggal 10 desember 2020 telah mengadakan pembukaan penjaringan perangkat desa dengan dua formasi, adapun formasi yang diperlukan adalah Sekertaris Desa dan Kasi Kesejahteraan. Pengisian perangkat tersebut di tutup pada tanggal 07 Januari 2021, yang di ikuti oleh 28 calon peserta dari ke 28 peserta tersebut hanya lolos 25 orang dengan formasi sekretaris  Desa 14 Kasi kesejahteraan 11 orang. Namun sangat disayangkan pengisian perangkat desa yang di lakukan pada tanggal 2 februari di duga ada kebocaran soal. Dugaan tersebut muncul dari beberapa peserta yang melihat adanyan keganjilan pada nilai dua calon yang mendekati sempurna.

M. Gofur Fuadi Ketua Panitia saat di Konfirmasi membenarkan bahwa telah diadakan ujian perangkat desa dan untuk soal penjaringan perangkat desa, panitia sudah melakukan MOU (kerjasama) dengan universitas Islam Malang.

“ Jadi soal yang membuat adalah UNISMA dan untuk pengamanan soal sudah semaksimal mungkin kita lakukan, baik ruangan peyimpanan dokumen soal sampai dengan pelaksanaan ujian untuk peserta penjaringan” ucap M. Gofur Fuadi.

Masih menurut ketua panita seleksi penjaringan perangkat desa, dirinya (M.Gofur Fuadi – Red) sangat menyayangkan dengan kejadian penyimpanan dokumen soal. Pasalnya, dalam penyimpanan tersebut ada kejadian yang sangat patut untuk di curigai, yaitu ketika Yusub selaku pembina dan Kasi pemerintahan Kecamatan Campurdarat memfoto dokumen soal dengan jarak yang begitu dekat.

Ketua panitia penjaringan perangkat desa ngentrong “M.Gofur Fuadi”

” Saya sangat sesalkan hal tersebut, karena itu bisa di duga adanya kebocoran soal yang diujikan”unkap M. Gofur.

Di saat yang hampir bersamaan datang kurang lebih 20 orang peserta penjaringan yang bertujuan mempertanyakan adanya kebocoran soal. Salah satu peserta penjaringan perangkat desa yang tidak mau di sebutkan namanya menuturkan bahwa ada kejanggalan di hasil nilai yang ada.

Di saat yang hampir bersamaan datang kurang lebih 20 orang peserta pejaringan yang bertujuan mempertanyakan adanya kebocoran soal.

“Yang kami permasalahkan disini antara soal penjaringan sekdes dan soal penjaringan kasi kesejahteraan itu sama dan juga ada nilai yang sama. Yaitu, untuk penjaringan sekdes nilai 98 satu orang dan penjaringan kasi kesejahteraan dengan nilai 98 satu orang, selain itu soal yang ada sangat rancu dan apabila dari panitia nantinya tidak ada kejelasan maka kami juga siap menempuh jalur hukum bila diperlukan untuk menguak ke tidak tranparanan penjaringan perangkat desa” tutur salah satu peserta penjaringan Perangkat Desa ngentrong.

Sementara itu, Kepala Desa Ngentrong Sumaji dan Agus Heri Pramudi selaku PLT Sekdes tidak bisa di temui dikarenakan sedang sakit.

Sampai berita ini di unggah Yusub selaku Kasi Pemeritahan yang di duga telah melakukan dokumentasi soal melalui foto HP, di konfirmasi melalui via WhatsApp belum ada jawaban. (RED)

Leave a Comment