Posyantek Kedung Tekno Rangkul BumDes Atasi Masalah Sampah

Layar Independen, Tulungagung, 24 Januari 2021

Sampah merupakan suatu permasalahan yang harus diperhatikan dan di selesaikan, karena selama ini memang belum ada solusi yang bisa mengatasi masalah tumpukan sampah.
Melalui Pos Pelayanan Teknologi Kedungwaru yang bergerak di bidang teknologi tepat guna telah menemukan sebuah cara untuk melakukan pengelolaan sampah yang semakin hari semakin tak terkendali.
Setiya Wahyu Jatmiko ketua Posyantek Kedungwaru saat dikonfirmasi memaparkan bahwa selama ini sampah setiap hari nya cuma diambil, diangkut, dan ditimbun oleh dinas terkait. Seolah tidak ada pemanfaatan yang out put nya bisa menghasilkan sebuah hasil yang bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat atau lembaga desa.
” Padahal sampah bila di olah dan dimanfaatkan bisa menghasilkan ekonomi yang cukup menggiurkan” terang Setiya Wahyu Jatmiko.
Masih menurut Setiya Wahyu Jatmiko, Posyantek Kedungwaru salah satu pos yang akan mampu menjembatani kebuntuan tranformasi tehnologi di tengah – tengah masyarakat ini, telah melakukan sebuah komunikasi dan menghasilkan sebuah ide yang begitu signifikan dan urgent agar secepat mungkin permasalahan sampah akan segera teratasi dengan cepat dan berguna baik secara materi maupun ekonomi nya. Posyantek KTJ (Kedung tehno jaya) merupakan suatu organisasi kemasyarakatan yang sekaligus sebuah agent of change kaitan tranformasi tehnologi yang ada dimasyarakat.

Setiya Wahyu Jatmiko, S.T. ,disebuah TPS desa Boro, Kedungwaru Tulungagung yang sampahnya terbengkalai tak terangkut ke TPA segawe.


“Kita tidak pantang menyerah dan selalu berinovasi khususnya dibidang permasalahan persampahan” kata Setiya Wahyu Jatmiko.
Selain itu, Setiya Wahyu juga mengatakan bahwa progam yang sedang dipromosikan adalah progam ONE DAY FINISH, Sebuah progam solusi pengolahan dan pemanfaatan persampahan yang komprehensif yang dibarengi dengan praktek pemilahan, pemanfaatan dan menghindari penimbunan sampah yang ujung ujungnya malah muncul suatu permasalahan baru.
” Sampah bila tidak terselesaikan dalam sehari makan akan muncul masalah baru, seperti bau dan munculnya kerumunan lalat di sekitar lingkungan” ucap Setiya Wahyu.

Khoirurokhim, S.H. ,pemilik pabrik sekaligus anggota komisi B DPRD TULUNGAGUNG.


Ditempat terpisah, Khoirurokhim, S.H anggota Dewan komisi B Kabupaten Tulungagung ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya akan menyambut dengan baik rencana kerja sama antara Posyantek dan BUMDES, yang akan berusaha memanfaatkan hasil dari sampah tersebut sebagai bahan baku pupuk organik, dan selanjutnya bisa menambah pendapatan Asli Desa melalui BUMDES di unit pengolahan Sampah,katanya dengan penuh optimisme.
“Saya setuju dengan program Posyantek yang menggandeng BUMDES” terang Khoirurokhim, S.H. (HUR)

Leave a Comment