Pemilik Akun Mbah Cokro Rejo Cokro Terancam Di PMH Kan

Layar Independen, Tulungagung, 18 Januari 2021

Gara – gara komentar di grup Facebook INSENT Info Seputar Ngantru yang di unggah oleh akun Imam Alfarizi tentang masalah kemanusiaan.
Dalam postingan tersebut Imam Alfarizi mengunggah tentang warga Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung yang melahirkan anak kembar secara prematur di Rumah Sakit Srengat Kabupaten Blitar.
Namun siapa nyana dan siapa duga komentar yang dilontarkan oleh akun atas nama Anissa Maulida yang sifatnya mempertanyakan keberadaan perangkat desa malah berujung di messenger, Anissa Maulida dalam messenger mendapatkan pesan dari akun atas nama Mbah Cokro Rejo Cokro.

Berawal dari itu permasalahan berbuntut panjang, bahkan akun Facebook atas nama Mbah Cokro Rejo Cokro terancam di gugat ke pengadilan dengan gugatan Pembuatan Melawan Hukum (PMH).
Supanji orang tua Anissa Maulida setelah selesai mediasi di kantor Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung (18 01 21) terkaitan dengan permasalahan putrinya yang mendapat kan pesan melalui messenger dari Mbah Cokro Rejo Cokro, menjelaskan bahwa dirinya sebagai orang tua dari Anissa Maulida tidak terima dengan apa yang di tulis oleh Mbah Cokro Rejo Cokro dalam messenger. Pasalnya apa yang ditulis itu, sudah merupakan serangan secara psikis yang mengakibatkan mental anak saya terganggu. Apalagi dia (Mbah Cokro Rejo Cokro – Red) termasuk seorang yang di tua kan, seharusnya sebagai perangkat bisa memberi contoh yang baik. Bukan malah melakukan intimidasi terhadap warga nya.

Mediasi Di Kantor Desa Pojok


“Saya tetap akan menempuh jalur hukum, saya tidak terima dengan semua ini” kata Supanji.
Sementara itu, Yadi Kepala Desa Pojok berharap semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan jangan sampai ke ranah hukum, karena pada dasarnya semua masih bertetangga.
” Saya, harap ini bisa diselesaikan” kata Yadi.
Di tempat yang sama Samsul Babinkamtinas Desa Pojok, menerangkan bahwa semua terjadi karena ke salah pahaman saja diantar kedua belah pihak. dari sebuah media sosial yang akhirnya berujung di messenger pribadi mereka.
“Seperti Kepala Desa Pojok, saya juga berharap ini bisa diselesaikan di tingkat desa” terang Samsul. (HUR)

Leave a Comment