Iuran Uang Pagar Makam Merupakan Suatu Konspirasi

Opini

Penulis : Doanto Pulastyo

Layar Independen, Madiun, 14 Juni 2020

Konspirasi dalam bahasa Inggris, conspiracy theory. Merupakan suatu teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab dari satu atau serangkaian peristiwa, peristiwa pada umumnya merupakan peristiwa Politik, Sosial, Sejarah, dan Korupsi, yang pada hakekatnya adalah suatu rahasia, dan sering kali untuk memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Dengan kata lain menjadikan sesuatu sebagai alternatif demi mencapai tujuan yang telah dirancang meski sesungguhnya mereka tau bahwa itu sesungguhnya melanggar hukum.

Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir ke semua ranah kehidupan manusia, dari urusan politik sampai makanan. Orang yang tidak percaya selalu menganggap semua hanya olok-olok, mengada-ada, menyia-nyiakan waktu, kurang kerjaan, dan sebagainya. Bagi para penganutnya, teori itu tidak serta-merta muncul tanpa ada yang menciptakan polanya.

Suatu contoh adalah konspirasi penggelapan dana Iuran pembuatan pagar makam yang berada ditingkat desa, demi mengeruk ke untung ngan pribadi atau pun golongan. Mereka para elit politik tingkat desa rela membuat rangkaian kebohongan dan memutar balikkan fakta yang ada, sehingga banyak masyarakat yang terperdaya dan rela menyerahkan sebagian harta yang mereka miliki dan menyetujui pencurian barang milik negara dengan alasan pembangunan. Konspirasi kejahatan maupun konspirasi Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme memang sudah menjadi budaya jahat sampai di tingkat bawah.

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) saat ini sudah dalam keadaan yang sangat menghawatirkan dan sudah mulai masuk ke sendi – sendi kehidupan. Perkembangan praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme setiap tahunnya semakin berkembang bagai jamur dimusim penghujan. Walau sudah banyak para koruptor di tingkat kabupaten yang diamankan dan di ganjar. Ternyata itu tidak membuat jera para pelaku – pelaku yang lain, kini para pelaku KKN semakin tersistimatis dan canggih sehingga semakin meluas merambah ke aspek kehidupan masyarakat. Meningkatnya tindak pidana Korupsi, Kolusi, Nepotisme yang semakin sulit dibendung akan membawa bencan, tidak cuma dilingkup perekonomian negara namun juga akan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Maraknya tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme di Indonesia semakin tidak mengenal batasan – batasan pelaku, siapa, dimana, dan bagaimana. Tidak saja pemangku jabatan dan pembuat kebijakan saja yang melakukan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme baik disektor publik maupun privat, tetapi saat ini tindak pidan korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah menjadi fenomena.

Penyelenggara negara yang bersih menjadi sangat penting dan diperlukan untuk menghindari dari praktek – praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang tidak saja melibatkan pejabat yang bersangkutan, namun juga keluarga, dan kroni – kroninya, yang apabila dibiarkan akan membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *