Merasa Di Tipu Masyarakat Lapor Ke Polisi

Hukum dan Kriminal Uncategorized

Layar Independen

Madiun, 12 Juni 2020

Salah satu masyarakat Dukuh Wonokromo Desa Nglandung Kacamata Geger Kabupaten Madiun atas nama Joko Yuli Kuswanto, tadi sekitar jam 11.30 Wib mendatangi Polsek Geger guna melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan tentang iuran dana pagar makam umum yang terletak di Dukuh Wonokromo Desa Nglandung. Hal ini, dilakukan karena dirinya sudah gerah dengan adanya iuran yang dilakukan dengan alasan membuat pagar makam namun pada kenyataannya sampai sekarang pagar makam umum itu tidak pernah.

Surat Tanda Penerimaan Laporan

Joko Yuli Kuswanto dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya telah melapor ke Polsek Geger dan melaporkan ketua panitia makam dan ketua kelompok tani abal – Abal dengan dugaan penggelapan uang iuran yang akan di gunakan untuk membuat pagar makam.
“Ya, tadi saya melaporkan perbuatan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh dua orang” ucap Joko Yuli Kuswanto.
Lebih lanjut, sambil menunjukkan SURAT TANDA PENERIMAAN LAPORAN (STPL) dengan nomor : STPL/08/VI/2020/ Sek Geger dirinya mengatakan bahwa selama ini dirinya sudah bersabar dan lama menunggu dibangun nya pagar makam tersebut oleh panitia namun setelah yang terkumpul puluhan juta pagar makam tersebut tidak pernah kunjung di bangun.

Kondisi Pagar Makam Dukuh Wonokromo Desa Nglandung


“Setelah permasalahan dugaan uang penggelapan masuk media kemarin. Seharusnya ketua panitia itu, mengumpulkan masyarakat dan kasih penjelasan. Bukan malah bersekongkol membikin rangkaian kejahatan dengan seseorang mengunakan nama kelompok tani untuk memelintir fakta yang ada, seolah – olah di bersih” terang Joko Yuli Kuswanto.
Selain itu, Joko Yuli Kuswanto yang juga menjabat anggota Hubungan Masyarakat (Humas) Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) juga menyampaikan bahwa ada isu yang beredar dan sempat di dengarnya, sebelum dirinya melaporkan dugaan tindak pidana penipuan Iuran uang makam.
“Saya dengar ada isu bahwa akan ada tuntutan balik, dan sudah disiapkan dana untuk menyewa pengacara. Gila kali, wong masyarakat menanyakan kok mau dituntut balik” tutup Joko Yuli Kuswanto (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *