Uang Iuran Terkumpul Puluhan Juta, Pagar Makan Tidak Pernah Terwujud

Kabar Desa

Layar Independen

Madiun, 12 Mei 2020

Disadur dari media online http://radarindonesiaonline.com/?p=2765 dengan judul. “Ancaman Akan”Jotosi”Warga Yang Mempertanyakan Iuran Makam, Panitia Pengumpulan Dana Terkesan”Arogan”. Sejak tahun 2013 silam, masyarakat Dukuh Ngegot dan Dukuh Wonokromo Desa Nglandung Kecamatan Geger Kabupaten Madiun di wajibkan membayar iuran sebesar Rp. 15.000,-(lima belas ribu) per rumah. Iuran tersebut direncanakan untuk membiayai pembuatan pagar makam umum milik desa, yang terletak di Jalan Kaibon – Kebonsari Dukuh Wonokromo Desa Nglandung. Namun anehnya uang yang sudah terkumpul puluhan juta itu, tidak segera di wujudkan pagar. Melainkan berwujud parkiran makam, dan bangunan parkirannya. Pun masih perlu dipertanyakan. Pasalnya, sesuai yang ditulis oleh radarindonesionline ada dugaan bahwa bangunan parkir tersebut di bangun dengan menggunakan barang bekas. Yaitu, bekas bongkaran sekolahan SD N 2 Nglandung yang mendapat rehab di tahun anggaran 2018 kemarin.

Gambar Berkas Laporan Keuangan Iuran Pagar Makan Tahun 2019

Drs. Ahmad Pamuji Kepala Desa Nglandung Kecamatan Geger Kabupaten Madiun dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa, iuran pembuatan pagar makan tidak pernah ada peraturan Desa (perdes) nya, dan tentang nama saya (Drs. Ahmad Pamuji -Red) selaku kepala desa ada dilaporan keuangan tersebut sekedar mengetahui, namun itu tidak berarti saya menyetujui dan mengijinkan.
“Kenapa saya mau menyetujui?, karena disaat terjadi permasalahan saya juga harus ikut menyelesaikan” ucap Drs. Ahmad Pamuji.
Masih menurut Kepala Desa Nglandung, kapan mulai dilakukannya iuran itu dirinya tidak tau persis. Dikarenakan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa iuran tersebut sudah ada.

Gambar Berkas Laporan Keuangan Iuran Pagar Makan Tahun 2020

“baru sekali saya mendapat undangan rapat tahunan dari panitia pembuatan pagar makan dan disitu, saya cuma menyampaikan aspirasi bahwa pihak desa siap membantu membuat pagar makan” terang Drs. Ahmad Pamuji.
Selain itu, Drs. Ahmad Pamuji juga menyampaikan bahwa terkait masalah honor juru kunci makam itu diambilkan dari pendapatan desa dan pertengahan tahun 2019 kemarin sudah terbayarkan dan untuk tahun ini, awal tahun kemarin juga sudah terbayarkan.

“Sama sekali pihak pemerintah desa tidak tau akan hal itu, karena itu merupakan ke inginan masyarakat sendiri” kata Kepala Desa Nglandung.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD N 2 Nglandung di konfirmasi melalui via WhatsApp, tidak ada balasan. (Jok/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *