Setiap Satu Virus Sesungguhnya Sudah Membawa Satu Nama

Kabar Desa

Layar Independen

Madiun, 17 Maret 2020

Tidak peduli dengan maraknya wabah Covid-19 masyarakat Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan hari Senin (16/3), nampak Kantor Desa Banjarsari Kulon di penuhi oleh masyarakat yang ingin mendaftarkan tanahnya yang belum bersertifikat dan masyarakat yang ingin melakukan Perubahan Mekanisme Pelayanan Program Gerakan Percepatan dan Penuntasan Kepemilikan Dokumen Kependudukan (Gercaptasmilanduk) Kabupaten Madiun.

Kantor Desa Banjarsari Kulon

Abdul Malik Kepala Desa Banjarsari Kulon menerangkan bahwa, dengan maraknya wabah Covid-19 sama sekali tidak berpengaruh pada masyarakat Desa Banjarsari Kulon. Hal itu, dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang datang ke desa.
“Keangkeran Covid-19 tidak berpengaruh pada masyarakat Desa Banjarsari Kulon” terang Abdul Malik.

Abdul Malik Kepala Desa Banjarsari Kulon Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun

Masih menurut Kepala Desa Banjarsari Kulon, selain iman kepada Allah SWT, tidak akan ada obat atau vaksin yang mampu mencegah amukan Covid-19. Ibarat pepatah dalam perang, “setiap peluru tertulis nama” walau dalam keadaan hujan peluru apabila dalam peluru tersebut nama prajurit tidak tertulis maka prajurit tersebut tidak akan pernah tersentuh dengan peluru. Begitu juga dengan Covid-19, setiap satu virus sesungguhnya sudah membawa satu nama. Kalau seandainya nama kita sudah “tertulis” di virus corona itu, meskipun kita pakai masker 7 lapis dan cuci tangan 70 kali maka kita akan tetap tepar juga.
“Masyarakat kami percaya akan takdir Allah SWT, jadi selalu percaya diri dan tidak lupa selalu memohon perlindunganNya, dalam setiap aktivitas” kata Abdul Malik.
Lebih lanjut, takutlah kita hanya kepada Allah Al Khofid Yang Maha Menyempitkan. Bukan takut hidup sempit karena Si Covid-19, berlindunglah kepada Allah Al Qowiy Yang Maha Kuat, bukan berlindung dari Al Covid mahluk ciptaanNya, tergantunglah kita kepada ALLAH AS SHOMAD bukan seolah hidup tergantung kepada VIRUS AL COVID-19.
“Semoga kita semua tetap tenang, bahagia, produktif dan selamat hingga badai COVID-19 reda” tutup Abdul Malik. (DP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *