Mudjiono : PTSL Selain Biaya Murah Juga Dapat Mengurangi Sengketa Tanah

Kabar Desa

Layar Independen

Madiun, 16 Maret 2020

Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun yang memiliki tanah dan belum bersertifikat, kini bisa bernafas lega dengan adanya Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pasalnya, biaya program tersebut selain murah tentunya juga terjangkau oleh masyarakat.
Harianto salah satu masyarakat yang ikut mendaftar kan sebidang tanah menjelaskan bahwa dirinya, menanti kan program PTSL ini, sudah sangat lama.
“Sudah 15 tahun saya berharap dengan adanya program ini, dan Alhamdulillah sekarang harapan saya terkabul” ucap Harianto.
lebih lanjut, dirinya sudah lama tidak tinggal di Desa Jatisari dan tau bahwa di Desa Jatisari ada program PTSL setelah mendapat kabar dari saudaranya.

Harianto Salah Satu Masyarakat Yang Mengajukan Program PTSL Di Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten

“Sekarang saya berdomisili di Desa Randuagung Kecamatan Keboemas Kabupaten Gresik. Setelah saya dapat kabar dari keluarga saya yang di Desa Jatisari, saya langsung pulang dan ikut mengurus sertifikat” terang Harianto.
Masih menurut Harianto, dirinya sengaja datang hanya untuk mengurus sertifikat. Karena selama ini, dari isu yang tersebar ke masyarakat untuk mengurus sertifikat sendiri selain selain biaya nya mahal juga sulit.
“program PTSL ini sangat membantu masyarakat, karena selama ini yang tersebar ke masyarakat bahwa mengurus sertifikat sendiri ke BPN selain susah biayanya juga sangat mahal” ungkap Hariyanto.
Sementara itu, Mudjiono Kepala Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun selain menyatakan rasa terimakasih kepada pemerintah, juga menyampaikan bahwa program PTSL ini selain biayanya sangat murah juga bisa membantu mengurangi sengketa tanah di desa.
“Selain biaya yang murah tentunya bisa mengurangi sengketa tanah di desa” ucap Mudjiono.
Ditempat yang berbeda, Subagyo Utomo ketua kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun menerangkan bahwa Desa Jatisari mendapatkan Kuota sebanyak 1900 bidang. Dan sejak dibuka pada tanggal 20 Januari kemarin, sampai sekarang baru sekitar 500 bidang yang sudah terselesaikan pemberkasan dan siap diajukan ke BPN.

Mudjiono Kepala Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun

“Kurang lebih sekitar 500 bidang yang sudah terselesaikan berkasnya dan siap diajukan ke BPN” ucap Subagyo Utomo. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *