Pengemis Tangan Sakti Mainkan Jurus Silat Lidah

Layar Independen,

19 Februari 2029

Penulis : Doanto Pulastyo

Taukah anda, siapa pengemis tangan sakti? Pengemis tangan sakti adalah momok bagi pemerintah desa yang mendapatkan program dari pemerintah pusat. Sebenarnya bukan cuma pemerintah desa saja yang menganggap momok pengemis tangan sakti, bahkan semua instansi pemerintah menganggap nya seperti itu. Hal ini, dibuktikan dengan adanya program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat ini dimanfaatkan para pengemis tangan sakti untuk memuaskan nafsunya dengan cara memainkan jurus silat lidah, selain pintar memainkan jurus – jurus silat lidah, mereka juga memiliki ajian malih rupa. Dengan jurus dan aji itu, para pengemis tangan sakti berhasil menghajar para demang hingga babak belur, sehingga mengalami gagar otak yang menyebabkan para demang mengalami rabun dekat dan rabun jauh.
Pengemis tangan sakti yang banyak ditakuti ini, hanyalah gerombolan orang – orang yang buta huruf dan merupakan suatu perkumpulan kaum sesat yang tumbuh bagaikan jamur di musim penghujan. Mereka biasa menjelma sebagai sosok wartawan, kenapa begitu? Ya, tentu ada alasan dan itu cuma para kaum pengemis tangan sakti saja yang tau.
Lalu siapa dan apa wartawan itu, sehingga para pengemis senang menggunakan aji malih rupanya menjadi wartawan? Ya, wartawan atau jurnalis adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media masa secara teratur. Disini penulis hanya bisa mengingatkan kepada seluruh masyarakat dan elemen pemerintah, bahwa kehadiran pengemis tangan sakti tidak perlu ditakuti dan dirisaukan. Memang mereka ahli dalam jurus bersilat lidah dan memiliki aji malih rupa, namun sesungguhnya mereka hanyalah segerombolan kaum sesat yang buta huruf. Maka dari itu, mari kita pahami aturan agar bisa berfikir cerdas untuk menghalau dan menangkal jurus dan aji dari si pengemis tangan sakti. “Ingat, pengemis tangan sakti bukan wartawan”.

Leave a Comment