Kecewa Terhadap KLHK, Ratusan Petani Hutan Nginap Di Kementrian

Layar Independen

Jakarta, 5 Februari 2020

Ratusan Ketua Kelompok Hutan (KTH) Pengaju Program Perhutanan Sosial (IPHPS) menginap di gedung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal ini, dilakukan karena mereka kecewa terhadap sikap KLHK yang mempermainkan mereka.
Carkaya Deputi Kebijakan, Hukum dan Advokasi Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia menjelaskan bahwa, pada tanggal 26 – 27 Desember 2019, perwakilan kelompok tani hutan melakukan rapat penentuan tutup lahan (tuplah) dengan Direktorat Jendral Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), dari hasil rapat tersebut akhirnya disepakati luasan dan peta objek perhutanan sosial.
” Dalam rapat tertangag 26 dan 27 pihak PKTL tidak memperhatikan Permen LHK No.39 Tahun 2017 Pasal 4 Ayat 2″ terang Carkaya.
Sementara itu, Rozikin pendamping Program IPHPS menyatakan, Perlakuan serupa juga dilakukan oleh Direktorat Jendral Perhutanan Sosial dan Kerjasama Lingkungan (PSKL). Hal ini, terbukti dengan acara rapat yang dilaksanakan hari rabu, 5 Februari 2020 gagal.
“Bukan cuma rapat yang digagalkan sepihak oleh mereka saja yang membuat kita kecewa” ungkap Rozikin.

Ratusan Petani Hutan Yang Menginap Di Kementrian

Lebih lanjut, tentunya ketua KTH selain merasa kecewa juga merasa dipecundangi. Pasalnya mereka melakukan acara wawancara dengan ketua KTH tanpa di dampingi pendamping.
“Dengan sikap KLHK yang tidak konsisten ini, tentunya sangat merugikan petani hutan” terang Rozikin.
Sementara itu, Diryo salah satu petani hutan asal Kabupaten Tegal mengatakan bahwa dirinya rela berangkat ke KLHK menggunakan ongkos sendiri. Hal ini, dilakukannya karena demi meminta kepastian.
“Saya kesini pakai ongkos sendiri. Petani hutan itu sudah jelas miskin, lha mbok yao jangan dikerjain. Apa KLHK tidak malu mengerjai petani miskin kayak kita” ucap Diryo. (Gus/Red)

Leave a Comment