Doanto : Iya Kalau Orang Dinas, Kalau Abang Becak Gimana?

Layar Independen

Kediri, 30 Januari 2020

Sidang Ajudikasi Non Litigasi tahap dua (2), dengan Nomor : 180/32/I/KI-Prov.Jatim-RLS/2020. Antara Doanto Pulastyo sebagai pemohon dan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tulungagung sebagai termohon. Kembali digelar hari ini, di ruang rapat sakaraning, De’pratnya Hotel yang berada di Jalan Pamenang Nomor 27 Kabupaten Kediri sekitar jam 14.00. WIB, dengan agenda sidang pemeriksaan awal – pembuktian (2).
Sidang Ajudikasi Non Litigasi tersebut kembali ditunda karena sidang yang seharusnya di hadiri oleh atasan PPID ini, hanya di hadiri oleh operator dan Kepala Bagian Pengadaan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tulungagung.

Suasana Sidang Ajudikasi Non Litigasi

Doanto Pulastyo sebagai pemohon di konfirmasi setelah sidang menjelaskan bahwa dirinya sangat kecewa dengan termohon.
“Jujur saya, kecewa dengan termohon. Dalam sidang perdana tidak hadir dengan alasan sibuk karena banyak tugas dan sekarang walau datang kelihatan menyepelekan aturan” sebut Doanto Pulastyo.
Masih menurut aktifis asal Desa Kaibon ini, dirinya waktu di sidang dengan tegas menolak keterangan dari Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga karena selain yang hadir bukan atasan PPID mereka, kehadiran nya pun tanpa ada surat kuasa dari atasan PPID.

“Saya tolak mereka disidang. karena tanpa adanya surat kuasa dari atasan PPID keberadaannya sangat – sangat saya ragukan. Iya, kalau dia orang dinas, kalau dia nantiya cuma abang becak yang dikasih seragam bagaimana?”tanya Doan.
Lebih lanjut, dirinya meminta data tentang DAK selain untuk penyebaran informasi tentunya untuk melihat seberapa bersih penerima DAK itu.

“Selain untuk kepentingan publikasi, dari data tersebut apabila saya temukan sedikit saja penyimpangan akan saya bawa ke Kejaksaan atau Ombudsman Jawa timur. Dan itu kita lihat saja nanti”kata Doan. (Yas)

Leave a Comment