Doanto, “Thanks to the nine villages which appreciate the rules of information public”

Layar Independen

Madiun, 24 Januari 2020

Semenjak Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan. Undang-undang yang terdiri dari 64 pasal ini pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.

Drs. Juprianto, M.Si Kepala Desa Klorogan Setelah mengasih Dokumen Keterbukaan Publik

Berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik ini, Doanto Pulastyo salah satu masyarakat Madiun akan mengakses informasi apapun yang berada di Madiun. Hal ini, sudah di awali dari desa – desa yang berada di Kecamatan Geger Kabupaten Madiun.
“Ya, memang saya minta Informasi ke desa – desa, diantara desa itu adalah Desa Sareng, Geger, Slambur, Banaran, Klorogan, Sumberejo” jelas Doan.
Lebih lanjut, dirinya (Doan – Red) mengatakan bahwa dirinya selain salut kepada sembilan (9), desa yang ada di Kecamatan Geger juga sangat mendukung program – progam desa itu.
“Saya, ucapkan terimakasih kepada desa yang telah memberikan informasi dengan jelas dan mudah untuk di pahami’ terang Doan.
masih menurut Doanto, selain desa yang tersebut di atas masih ada desa Purworejo, Uteran dan Sangen yang juga sudah dimintai informasi.
“Saya ucapkan terima kasih juga kepada PPID nya desa Uteran, Sangen dan Purworejo atas keterbukaan nya tentang informasi” kata Doan.
Selain itu, dirinya juga siap sengketa di Komisi Informasi Publik dengan desa – desa yang tidak menghargai UU Informasi.
“Saya, juga siap sidang dengan desa Pagotan dan Jogodayuh. Bukan cuma dua desa itu saja, bagi desa atau badan publik yang tidak mau mengasih informasi berarti ada sesuatu yang disembunyikan. Dan disaat saya temukan apa yang disembunyikan, saya akan laporkan ke ombudsman dugaan – dugaan pelanggaran atministrasi nya” ancam Doan.
Sementara itu, Samsudin Kepala Desa Geger saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa apa yang diminta oleh Doan semuanya dikasihkan dan tidak ada yang ditutup – tutupi.

Khoiri Roden Sekdes Geger Saat Menyerahkan Data Yang Diminta

“Apa yang diminta kita kasihkan, karena selain tidak ada kecurangan dalam pemerintahan yang saya nahkodai saya juga menghormati UU Keterbukaan Publik” terang Samsudin.
Ditempat yang berbeda, Drs. Juprianto. M.Si Kepala Desa Klorogan juga mengatakan trimakasih kepada aktifis yang mau mengontrol pemerintah desa.
“sebagai penyeimbang dalam rangka pelaksanaan perintah desa Good Gaverman, ini demi kelancaran perataan pembangunan. Agar semua masyarakat desa bisa merasakanya dari hasil pembangunan” ucap Drs. Juprianto, M.Si. (Wit/Jok)

Leave a Comment