Komitmen Lindungl Hak Kekayaan lntelektual, Bea Cukai Tangkap Barang Impor Tiruan Merek

Layar Independen

Surabaya, 9 Januari 2020

Mengawali tahun 2020, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Keuangan c.q. Bea Cukai berhasil mengamankan satu kontainer berisi 858 240 buah ballpoint merek Standard AE7 Alfa Tip 0.5 Made In Indonesia, diperkiraan nilai barang tersebu mencapai Rp1.019.160.000, -barang yang diimpor melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 06 Desember 2019 itu, diduga milik PT. PAM. Penindakan secara sinergis itu, dilakukan olah Kementerian Hukum dan HAM, Mahkamah Agung, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kejaksaaan Agung.

Saat Pengamanan Barang Tiruan

Meskipun nilai dan jumlah barangnya relatif kecil, tangkapan atas Hak Kekayaan lntelektual (HKI) ini, merupakan penangkapan sinergis yang dilakukan secara ex-officio yang pertama kali sejak diberlakukan Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, karena seluruh perangkat hukum dan sistem border measure HKI telah lengkap. Perangkat hukum tersebut mulai dari Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2017, Peraturan Menteri Keuangan nomor 40/PMK.04/2018, sampai dengan Peraturan Mahkamah Agung nomor 06 tahun 2019. Sedangkan sistem border measure HKI tersebut adalah sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI yang menjadikan kegiatan pengawasan HKI lebih optimal karena Bea Cukai. Mahkamah Agung, Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual dan Pengadilan Niaga telah terintegrasi, sehingga memangkas waktu dan jalur birokrasi lintas Kementerian/Lembaga.
Lebih optimal karena Bea Cukai Mahkamah Agung Direktorat Jenderal Kekayaan lnteiektual dan Pengadilan Niaga telah terintegrasi, sehingga memangkas waktu dan jalur birokrasi lintas Kementerian/Lembaga.
Keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari keberanian pemilik/pemegang merek karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan perekaman/rekordasi dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI. dimana rekordasi ini telah diimplementasikan oleh Bea Cukai sejak 21 Juni 2018 dan sampai saat ini, sebanyak 7 merek dan 2 hak cipta telah terekordasi dalam sistem ini. Dengan adanya sistem ini, Bea Cukai dapat segera menotifIkasi kepada pemilik/pemegang merek apabila terjadi dugaan importasi/eksportasi barang yang melanggar HKI.
Sebagaimana pada kasus ini, bermula dari analisis transaksi impor yang dilakukan Bea Cukai atas importasi PT PAM yang diduga melanggar HKI. Bea Cukai menotifIkasi kepada pemiiik merek PT. Standardpen industries (PT. Si) karena merek telah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI. PT. SI memberikan konfirmasi, bahwa PT Si setuju dilakukan proses penangguhan sementara ke Pengadilan Niaga untuk dilakukan pemeriksaan bersama terkait keaslian atas merek barang tersebui dengan menyerahkan jaminan Bank yang dipersyaratkan ke Bea Cukai Tanjung Perak. Pemeriksaan bersama dilakukan oleh Hakim Pengadilan Niaga. (Sof)

Leave a Comment