Selain Berulah, Kades Slambur Juga Siapkan 400 Orang Untuk Ganti Bupati

Layar Independen

Madiun, 26 Desember 2019

Setelah diunggah di media online Layar Independen.com pada tanggal 23 Desember dengan judul ” Kades Slambur Di Duga Kangkangi Permendagri dan Perda Kabupaten Madiun” karena diduga telah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa, serta Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Desa.

Surat Kesepakatan Kepala Desa Selambur Dan BPD Slambur

Sugeng Wahono Kepala Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, ternyata bukan cuma sekedar di duga kangkangi Permendagri dan Perda saja. Dengan isu terbaru yang tersebar di salah satu grup WhatsApp, Kepala Desa Slambur yang baru ini juga berulah. Dengan menulis ajakan yang diduga dengan sengaja membuat profokasi.
“Sokben bupatine kudu wonng SH Ki Slambur wis nduwe modal 400 wong siap poraki💪💪”.
Sugeng Wahono di Konfirmasi melalui WhatsApp terkait dengan tindakan mutasi dan isu di WhatsApp hanya menjawab bahwa hal mutasi itu, belum dilakukan.
“Sampai saat ini saya blm mutasi” tulis Sugeng Wahono.
Sampai saat brita ini, diunggah Imam Hadisiswoyo, S.Pd Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Slambur dikonfirmasi melalui WhatsApp belum ada jawaban.

Daftar Hadir Kesepakatan BPD Dan Desa Slambur Waktu Bikin Kesepakatan Mutasi

Sementara itu, munurut salah satu dari pegawai kecamatan Geger Kabupaten Madiun yang tidak mau namanya disebut kan menerangkan bahwa pada hari ini tadi Sugeng Wahono Kepala Desa Slambur menghadap camat dan mengatakan kalau belum bikin buat surat kesepakatan mutasi. Jadi kalau seandainya dia (Kades Slambur) itu, terbukti sudah bikin surat berarti dia bohong dong.

Salah satu WhatsApp Kepala Desa Slambur Ke Grup WhatsApp

“Sama camat aja berbohong apa lagi sama masyarakat” ucap dari salah satu pegawai kecamatan yang tidak mau namanya disebutkan. (DP/Red)

Leave a Comment