Benarkah Aksara Jawa Bisa Meramalkan Keadaan Indonesia???

Layar Independen

2 Desember 2019

Aksara Jawa selain termasuk alfabet paling unik di dunia, ternyata dari jumlah aksara nya, yang berjumlah 20 bisa untuk meramal keadaan Indonesia atau lebih tepatnya peringatan untuk Bangsa Indonesia. Kalau seandainya itu benar maka kita bisa mengantisipasi atau paling tidak bisa meminimalisir kejadian – kejadian yang tidak kita inginkan. Coba kita hitung sejak Indonesia merdeka. Indonesi merdeka tahun 1945 di tambahkan 20 tahun maka akan menunjukkan tahun 1965. Apa yang terjadi pada Indonesia pada tahun itu? Ya, pada tahun 1965 Negara Indonesia mengalami pemberontakan oleh PKI. Pada waktu itu, di Indonesia terjadi pembantaian besar-besaran terhadap orang-orang yang dituduh komunis. Pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September (G30S/PKI), diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara. Dari tahun 1965, kita tambahkan lagi 20 tahun, maka akan ketemu di tahun 1985. Di tahun 1985 Indonesia hampir kehilangan peninggalan Dinasti Syailendra yang berupa Candi Borobudur. Pada waktu itu, tepatnya di hari Senin tanggal 21 Januari 1985. Candi Borobudur yang merupakan peninggalan Dinasti Syailendra diledakkan oleh teroris dengan motif “Jihad”. Dalam ledakan itu, peninggalan Dinasti Syailendra mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama dibagian stupa. Ibrahim alias Mohammad alias Kresna yang diduga sebagai otak pelaku pengeboman, sampai saat ini belum berhasil ditangkan oleh pihak kepolisan.
1985 di tambahkan 20 tahun maka akan menunjukkan tahun 2005. Di tahun 2005 hampir disetiap bulan pada tahun itu, Indonesia selalu di landa oleh bencana yang berkelanjutan. Seakan – akan bencana itu tidak akan ada habisnya. Di awali pada tanggal 24 Januari 2005, Gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Walau tidak ada korban jiwa, namun masyarakat yang panik langsung mengungsi karena takut kemungkinan terjadinya tsunami seperti yang terjadi di Aceh.
Setelah kejadian Palu, lalu pada tanggal 2 Februari Gempa berkekuatan 5,2 SR di bagian selatan Kabupaten Garut merobohkan puluhan rumah dan merusak ratusan rumah lainnya. Selain itu, juga tercatat gempa susulan yang mengguncang Palu, Pulau Bali dan Lombok. Pada tanggal 7 Februari Wabah Demam berdarah dengeu semakin meluas, diantara Jakarta dan Jawa Barat. Sehingga mendapatkan status kejadian luar biasa (KLB). Pada tanggal 16 Februari transparency Internasional Indonesia, mengumumkan Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. 19 Februari Bau Bau Sulawesi Tenggara di guncang gempa dengan kekuatan 6,9 SR.
21 Februari longsor sampah Leuwigajah, 94 orang menjadi korban dan setidaknya 67 orang tewas tertimpa sampah. Tanggal 22 Februari pesawat Cassa 212-200 milik polri jatuh di laut, dekat Bandara Sarmi, Papua dan menewaskan 15 orang. Semua kejadian itu, baru di bulan Januari dan Februari. Sedangkan di bulan Maret tanggal 13, alam kembali menunjukkan kekuatannya. Pada saat itu, 47 orang penumpang speed boat di teluk Meranti, Riau mengalami kecelakan. Speed boat yang mereka tumpangi dihantam gelombang Bono, sehingga mengakibatkan 17 orang meninggal dan 30 orang lainnya hilang. 21 Maret Dua bom meledak di Ambon yang mengakibatkan 19 orang luka – luka, selang 1 hari kemudian pada tanggal 23 Maret sedikitnya 28 warga di Kabupaten Aceh Utara menderita muntah darah dan sesak napas setelah menghirup gas milik Exxon Mobil Indonesia yang bocor. 28 Maret Gempa di Sibolga, Sumatera Utara menwaskan lebih dari seribu orang. Dan jumlah terbesar dari Pulau Nias. Di bulan April 2005 tanggal 8 terjadi insiden Penyerempetan Kapal RI dan Malaysia. Sehingga menyulut masalah Ambalat. Sedangaka insiden lainnya terjadi di perbatasan Timor Timur. Pada saat itu, Lettu Teddy Setiawan ditembak mati oleh polisi perbatasan Timor Timur.
Pada bulan Mei cuma ada dua insiden. Yaitu, tanggal 28 Mei dua bom meledak sehingga mengguncang Poso, Sulawesi Tengah. Tepatnya di pasar sentral Tentena dan sedikitnya 20 orang meninggal. Dan pada tanggal 31 Mei Pesawat Adam Air penerbangan Medan – Jakarta tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta yang mengakibatkan 5 penumpang terluka. Di bulan Juni pada tanggal 1 Kedutaan Indonesia di Australia menerima kiriman surat, diduga berisi antraks. Hal itu, diduga ada kaitannya dengan putusan pengadilan Schapelle corby. Masih di tahun 2005, tepatnya pada tanggal 18 Juni telah terjadi kelangkaan BBM dalam dua hari. Sehingga menyebabkan sebagian besar SPBU di Malang tutup.
29 Juni, menjelang pelaksanan pilkada di Kabupaten Poso bom meledak di tengah keramaian pasar Sentral Poso. Ini merupakan ledakan bom kedua dalam kurun 24 jam setelah Selasa malam (28/6) sebuah bom mengguncang teras bekas kantor DPC PDIP Poso.
30 Juni dua kereta rel listrik kelas ekonomi bertabrakan di kawasan pasar Minggu, Jakarta. Dua orang meninggal dan 50 orang luka – luka.
Juli 2005, tepatnya tanggal 8 terjadi kecelakaan KM Digoel di Laut Arafura. Diperkirakan 84 orang tewas dan seratus lebih tidak diketahui nasibnya. 20 Juli, Tiga warga Tangerang dipastikan menjadi korban pertama flu burung di Indonesia dalam wabah terbaru yang merebak di wilayah Asia Tenggara. Sedangkan di bulan Agustus diawali pada tanggal 11.
Pada tanggal itu, terjadi kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan polusi udara di dua kota Malaysia tepatnya di Port Klang dan Kuala Selangor, mencapai level 500. Tanggal 18 Agustus, sehari setelah peringatan hari Kemerdekaan RI, terjadi gangguan sistem interkoneksi listrik Jawa – Bali, listrik di Jakarta dan Banten mati total selama 3 jam dan menyebabkan pemadaman di sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.
Tanggal 5 September pesawat penumpang Mandala Airline Penerbangan 91 mengalami kecelakan di Medan, Sumatera Utara. Dalam kecelakan tersebut ada sekitar seratus penumpang dan lima puluh orang di darat meninggal. Gubernur Sumatera Utara, Rizal Nurdin dan mantan Gubernur, Raja Inal Siregar juga tewas dalam kecelakan tersebut. Pada tanggal 1 Oktober selain BBM di seluruh Indonesia naik dengan persentase kenaikan paling kecil 80%. Bersamaan dengan itu tiga buah bom bunuh diri kembali meledak di Bali. Kurang lebih 22 orang tewas dan sedikit nya dua ratus orang lainnya mengalami luka – luka. Ledakan itu terjadi di klub Pantai Kuta dan di Jimbaran. 19 Oktober, Banjir bandang di Semadam, Aceh Tenggara, sedikitnya menewaskan 12 orang. 29 Oktober, Tiga siswi SMU di Poso yang sedang berjalan ke sekolah Kristen di penggal kepalanya oleh sekelompok orang yang tidak di kenal, kekerasan ini merupakan bagian dari konflik beragama yang melanda Poso. Desember, tepatnya tanggal 9, sebanyak 55 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Papua, yang berlangsung sejak 11 November. 31 Desember Ledakan bom di pasar Kota Palu menyebabkan 8 orang meninggal dunia dan 45 orang lain nya mengalami luka. Itulah rentetan kejadian musibah yang menimpa Indonesia di tahun 2005.
Lalu tahun 2005 ditambah 20 tahun, maka akan menunjukkan tahun 2025. Apakah yang akan dialami Indonesia di tahun itu. Tentunya tidak akan ada satupun manusi yang tau. Saya Yayuk Supri Hayanti, S.Pd sebagai penulis, hanya bisa berdo’a semoga di tahun 2025, tidak akan terjadi rentetan – rentetan bencana seperti di tahun 2005. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa “Allah SWT” lah yang menentukan semua nya.
” Sak bejo – bejene wong lali iku, Sik bejo wong kang eleng” seberuntungnya orang yang lupa itu, masih tetap beruntung orang yang ingat.

Leave a Comment