Mengenal Fenomena Profesi Bidang TI dan Sertifikasi Profesi

Layar Independen

31 oktober 2019

M. Alfin Anugraha R.
Universitas Muhammadiyah Malang

Seiring perkembangan zaman ke zaman, profesi di bidang TI sangat berkembang pesat, dimana semua pekerjaan serba otomatis dan praktis. Di tahun yang modern ini semua juga serba online, kita bisa mengakses atau melakukan sesuatu dengan hanya di sebuah aplikasi atau web tertentu. Dengan semakin membludaknya jaman yang serba online ini tidak terlepas dari profesi – profesi yang ada di bidang teknologi saat ini. Bukan hanya profesinya saja yang yang berkembang, peminat profesi di bidang TI juga berkembang sangat pesan dan banyak dari mereka yang mengasah kemampuannya dengan masuk ke universitas tertentu atau belajar privat dan ada pula yang ototdidak. Itu juga tidak terlepas dari kebutuhan di dunia teknologi informasi saat ini yang membutuhkan profesi yang sangat banyak untuk menunjang sebuah perusahaan TI.

Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang Teknologi Informasi atau TI. Perkembangan dunia TI telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas. Hadirnya bidang TI yang baru juga memunculkan profesi di bidang TI yang semakin berkembang sesuai dengan keahlian masing-masing. Teknologi informasi ruang lingkupnya sangat luas, hampir disetiap perusahaan pasti membutuhkan pekerja di bidang TI bahkan ada juga pekerja di bidang TI yang menjadi atasan sebuah perusahaan. Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya dapat dikelompokkan sesuai bidangnya.

Kelompok pertama adalah mereka yang bergelut di dalam perangkat lunak atau software, baik merancang aplikasi, database maupun system aplikasi. Contoh profesinya seperti system analisis, programmer, web designer, web programmer. Kelompok kedua  mereka yang bergelut dalam perangkat keras (Hardware). Contoh profesinya seperti technical engineer dan networking engineer. Untuk kelompok terakhir adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi. Contoh profesinya adalah EDP operator dan system administrator.

Profesi di bidang TI sebagai Profesi yang sangat banyak peminatnya Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, kriteria pekerjaan tersebut harus diuji. Sebagai contoh, pekerjaan sebagai staf operator komputer (sekedar mengoperasikan), tidak masuk dalam golongan profesi jika untuk bekerja sebagai staf operator tersebut tidak membutuhkan latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman waktu. Adapun seorang web developer dapat dikatakan sebagai sebuah profesi karena seseorang yang bekerja sebagai web developer harus memiliki pengetahuan dan pengalaman kerja di bidangnya. Itulah mengapa sebuah profesi harus diuji dan membutuhkan Pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman waktu.

Indonesai sebagai anggota SEARCC telah aktif turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya SRIG-PS yang menoba merumuskan standarisasi pekerjaan dalam dunia teknologi informasi. Model SEARCC untuk pembagian job dalam lingkungan Teknologi Informasi merupakan model 2 dimensi yang mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan. Beberapa kriteria menjadi pertimbangan dalam mengembangkan klasifikasi job ini, yaitu: Cross Country, cross-enterprise applicability. Ini berarti bahwa job yang diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap negara pada region tersebut, serta memiliki kesamaan pemahaman atas setiap fungsi pekerjaan. Function Oriented bukan title oriented. Klasifikasi pekerjaan berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau titel yang diberikan dapat saja berbeda, tapi yang penting fungsi yang diberikan pada pekerjaan tersebut sama. Gelar atau titel dapat berbeda pada negara yang berbeda.

Ada beberapa cara untuk melihat dan menentukan kualitas sesorang, cara yang paling sesuai adalah dilakukannya sertifikasi agar perusahaan bisa memilih sesuai kebutuhan dan mengetahui keahlian mereka. Alasan adanya setrifikasi adalah karena ketidakmampuan lembaga pendidikan untuk mengadopsi perubahan secara cepat Keterbatasan kurikulum Keinginan untuk independen terhadap produk tertentu Adanya standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan (skill) calon pegawai atau pegawainya. Ada beberapa keuntungan sertifikasi, Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja Bagi yang sudah bekerja, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimiliki dan menambah produktivitas kerja tentunya.

Sertifikasi IT bersifat independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi memiliki tujuan secara umum untuk: Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi, Membentuk standar kerja TI yang tinggi, Pengembangan profesional yang berkesinambungan. Secara khusus, sertifikasi bagi tenaga TI profesional bertujuan untuk Perencanaan dan pengembangan karir (profesional development) yang bermanfaat bagi promosi, gaji, dll. Meningkatkan international marketability (penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional). Sedangkan Bagi masyarakat luas sertifikasi memberikan kontribusi positif Memiliki staf yang up to date dan berkualitas tinggi. Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.

Terdapat beberapa 2 jenis sertifikasi yaitu sertifikasi nasional dan sertifikasi internasional. Serifikasi nasional adalah sertifikasi yang di terbitkan oleh LSP Telematika dan sertifikasi tersebut dibagi menjadi dua jenis lagi yaitu Certificate of Competence dan Certificate of Attainment. Certificate of Competence yaitu sertifikasi berdasarkan level kualifikasi dan jenjang jabatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Certificate of Competence merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi dari suatu bidang keahlian kerja. Certificate of Attainment yaitu sertifikasi atas unit kompetensi yang jenjang jabatannya berdasarkan kebutuhan pasar. Sedangkan sertifikasi internasional sebagian besar sama namun lebih di fokuskan kepada satu keahlian tertentu seperti di jaringan ada sertifikasi CCNP dan CCNA, di Bahasa pemrograman ada Sun Certified Programmer dan Sun Certified Developer, di database ada Oracle Certified DBA Professional dan Oracle Certified DBA MasterOracle, dibidang internet ada CIW Associates dan CIW Profesionalm, dan masih banyak lagi.

menurut saya, sertifikasi sangat penting bagi pekerja profesi di bidang TI. Selain dapat memudahkan mencari pekerjaan, sertifikasi ini juga dapat membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan, meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja, meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja, meningkatkan kompetensi dengan tenaga-tenaga TI dari mancanegara. Jika kita sudah mempunyai sertifikasi di bidang keahlian kita, kita dapat memilih untuk menambah ilmu lagi atau memilih bekerja di sebuah perusahaan atau start up tertentu. Sertifikasi ini juga dapat digunakan saat kita akan melamar atau bekerja diluar negeri, karena hampir di seluruh dunia sertifikasi profesi di bidang TI hampir merata. Jadi sertifikasi ini bisa menjadi pegangan kita di dunia pekerjaan.

 

 

Leave a Comment