Proyek Tanpa Papan Nama, Konsultan Asik Main Game

Layar Independen

Madiun, 22 Agustus 2019

Proyek paket peningkatan Jalan Uteran – Batas Mageta (006) yang dikerjakan oleh PT. Prima Multi Konstruksi, dengan nilai sebesar Rp. 8.084.261.000.00, (Delapan Milyar Delapan Puluh Juta Dua Ratus Enam Puluh Satu Ribu), nomor kontrak 602.1/1681/402.104/2019 tertanggal 17 Juli 2019.

Kondisi Depan SD N 1 Kedondong Yang Bersih Dari Papan Nama Proyek Peningkatan Jalan

Di duga dengan sengaja tidak memasang papan informasi proyek, padahal selain di Kepres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di wajibkan untuk pasang papan nama proyek. Juga sudah di amanahkan oleh Undang – Undang Rebuplik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik pasal 15 huruf (d).
Budi selaku konsultan proyek paket peningkatan Jalan Uteran – Batas Mageta (006) saat berada dilokasi proyek dan lagi asik main gaem melalui hp nya, di konfirmasi menjelaskan bahwa masalah papan nama proyek ini, memang belum dipasang, dan kalau masalah tentang tanah hasil galian untuk menimbun lokasi yang rendah.
“Papan nama proyek memang belum dipasang, tanah hasil galian yang di naikkan ke truk itu dibawa untuk menguruk lokasi yang lebih rendah” ucap Budi sambil mematikan game di hp nya.

Tanah Hasil Galian Peningkayan Jalan Yang Di Naikkan Ke Truk

Sementara itu, ditempat berbeda Endro mengaku sebagai yang bertanggung jawab pekerjaan di lapangan menjelaskan bahwa papan nama proyek saat ini, dipasang di depan SD N 1 Kedondong.
“Papan nama proyek terpasang di depan SD N 1 Kedondong” ucap Endro acuh.
Namun setelah di cek dilokasi yang berada di depan SD N 1 Kedondong, jangankan papan namanya, bekas nya saja tidak tampak.
Cahyono Renggo Putro, ST pelaksana lapangan di konfirmasi melalu WhatsApp menjelaskan kalau papan nama sudah dipasang namun di lepas kembali karena ada nya.

Kondisi Depan SD N 1 Kedondong Yang Bersih Dari Papan Nama Proyek Peningkatan Jalan

“Papan nama sudah dipasang. Dilepas lagi.¬† Ada perubahan. Bentuk tulisane, Ini sedang proses mengganti” tulis Cahyo Renggo Putro, ST.
Lebih lanjut, dalam keterangan melalui WhatsApp nya juga menyampaikan bahwa masalah tanah hasil galian itu, mestinya dibuang. Minimal sejauh lebih dari 50 m. Sebagian digunakan untuk perapian bahu jalan. Ini bentuk partisipasi karena item bahu jalan tidak ada.

Endro Memakai Hem Putih Di Lokasi Proyek

“Spesifikasi nya.¬†Adalah minimal 50 m dari tempat. Trus sebagian dibuang untuk perapian pinggir beton. Kan setiap pinggir beton di isi dan dirasakan dengan tanah galian
Termasuk bahu jalan kiri kanan” tulis Cahyo Renggo Putro, ST. (Dp/Red)

Leave a Comment