Tidak Mau Akui Darah Daging, Oknum Perangkat Di Adukan Ke Desa

Layar Independen

Madiun, 26 Desember 2019

Sugiarti warga asal Rt 14 RW 004 Desa Klegen Kecamata Kartoharjo Kota Madiun hari Rabu tanggal 26 Juni 2019 sekitar jam 10.30. WIB, mendatangi Kantor Desa Kertosari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, guna menanyakan tentang laporan nya pada tanggal 27 Februari 2019 lalu.
Sugiarti saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa, dirinya merasa tersakiti hati nya oleh Sutanto salah satu oknum perangkat desa yang mejabat sebagai Kesra sekaligus merangkap PJ Sekertaris Desa Kertosari. Dia (Sugiarti – Red) mengaku sebagai istri siri nya Sutanto sejak 12 Desember 2000 lalu, dan sudah dikarunia seorang putra yang diberi nama Roberto Yudha Pratama.

Sugiarti pakae hijab kembang di dampingi Titin selaku kakak kandung Sugiarti saat mengadu Ke Desa

“Saya menjadi istri siri nya Sutanto sejak tahun 2000 dan sudah dikarunia satu putra” jelas Sugiarti.
Lebih lanjut, yang membuat sakit dan merasa terhina diri nya, adalah pengakuan Sutanto kepada seorang perempuan. Yang tidak jelas setatus nya dengan Sutanto itu apa? Dalam pengakuan yang di vidio itu, dia (Sutanto – Red) tidak mengakui Roberto Yudha Pratama sebagi darah daging nya.
“Kalau Sutanto tidak mau mengakui saya sebagai istri siri nya, saya tidak masalah. Tapi ini yang menyakitkan hati saya, dia tidak mau mengakui darah daging nya sendiri” ucap Sugiarti dengan nada sedih.

Sutanto Kaur Kesra Yang Juga Merangkap PJ Desa Kertosari

Masih menurut Sugiarti, jangankan cuma disumpah di tes DNA saja berani, bahkan tujuan nya datang melapor ke desa, adalah untuk menuntut Sutanto tes DNA agar semua permasalahan nya menjadi terang.
“Saya ingin tes DNA agar semua masalah menjadi terang, agar fitnah dan pengakuan tentang saya dan anak saya, didepan perempuan yang tidak jelas setatus nya itu, bisa terbukti kebenaran nya” tantang Sugiarti.

Surat Nikah Siri Milik Sugiarti Dan Sutanto

Sutanto Kaur Kesra yang juga merangkap sebagai PJ Sekdes dikonfirmasi di Kantor Desa menjelaskan, bahwa dirinya membenarkan pernah diadukan kedesa. Namun sebenarnya dirinya tidak fahan dengan tendensi apa dia itu melaporkan dirinya ke desa, pada dasar nya saya siap di tes DNA dan memang itu bukan anak saya, dia (Sugiarti – Red) sering mengancam saya, kalau memang mempunyai bukti ontenti silahkan lapor.
“Sebenar nya tidak ada masalah apa – apa, kalau dia punya bukti otentik ya, silahkan tapi kalau dia tidak punya berarti cuma mencemarkan nama saya” terang Sutanto.
Masih menurut, Sutanto kalau pihak desa ingin menindak lanjuti silahkan, tapi harus dengan dasar yang kuat. Kalau cuma semacam surat nikah siri itu, semua bisa dipalsukan.
“Surat nikah siri itu bisa dipalsukan dan saya tegaskan bahwa Sugiarti itu, bukan istri siri saya” elak Sutanto.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan selama 19 tahun diri nya sudah mengabdi di Desa Kertosari, namun yang menjadikan dirinya itu heran adalah, setiap masalah kecil selalu di besar – besarkan.
“19 tahun saya sudah mengabdi di desa, Kenapa masalah kecil saja di besar-besarkan? Semisal, dulu waktu saya tidak bisa datang waktu pengurusan jenasah orang meninggal itu juga sampai demo ke kantor dewa” ungkap Sutanto.
Selain itu, diri nya juga mengatak bahwa, sesungguh nya dirinya, diperhentikan dari pekerjaan nya selalu siap asalkan dengan dasar yang kuat susuai prosedur yang ada. Tapi bila dihentikan tanpa ada kesalahan dan prosedur dirinya juga siap berjuang.
“Kerja saya siang malam dan berat, sedangkan upah tidak seberapa. Selama menjadi kaur 19 taun, haya sekitar 13 atau 17 jenasah saja yang tidak saya tangani. Itu, karena keadaan saya diluar kota dan terpaksa saya harus minta bantuan Modin tetangga desa, walau sebenar nya saya malu” kata Sutanto.

Foto bareng di Pantai Parang Tritis

Masih menurut, Sutanto sebenar nya kalau saja Kyai maupun Ulama Desa itu, mau membantu untuk pengurusan Jenasah disaat diri nya tidak ditempat itu tidak ada masalah.
“Lembaga terkait dan desa itu ya mbok berfikir. Saya tau banyak orang yang tidak suka, karena saya bukan orang asli Desa Kertosari. Banyak orang yang akan berusaha menjatuhkan saya, karena orang yang di gadang – gadang dan asli Desa Kertosari tidak lulus seleksi ujian modin” tutup Sutanto. Sementara itu, Sofia Ervan Susanto, SE Kepala Desa Kertosari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Sampai brita ini tayang belum bisa dikonfirmasi. (DP/Red)

Leave a Comment