Almarhum Fatimah Di Duga Jadi Korban Trafficking

Layar Independen

Madiun, 20 Juni 2019

Untung tidak dapat diraih, malang pun tak dapat ditolak. Ya, ungkapan tersebut memang pantas buat almarhum Fatimah. Pasalnya, almarhum Fatimah warga RT 13 RW 02 Desa Nglandung Kecamatan Geger Kabupaten Madiun ini, telah meninggal di Malaysia. Dulu almarhum mempunyai ke inginan merubah nasib dengan cara menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dengan tujuan Negara Malaysia, namun kini almarhum di duga menjadi korban perdagangan manusia, dan tragis nya yang menjadi penyalur itu, masih ada hubungan keluarga dengan almarhum fatimah.

Almarhum Fatimah Saat Berada di Institut Perubatan Forensik Negara Malaysia

Markum Rianto suami almarhum menerangkan bahwa, sebelum nya tidak tau kalau istri menjadi TKI itu, secara ilegal. Karena dulu, setahun yang lalu sebelum almarhum istri nya berangkat. Diri nya sering bertanya kepada saudara yang akan menyalurkan menjadi TKI, dan informasi istri nya berangkat secara resmi.
“Dulu, seringkali saya, bertanya kepada Iin, yang akan menyalurkan istri saya menjadi TKI. Dan Iin pun selalu menjawab bahwa proses nya resmi” kata Markum Riyanto.
Lebih lanjut, bila dugaan nya benar bahwa istrinya dijadikan korban perdagangan manusia, maka tidak akan segan – segan mengambil jalur hukum.
“Bila dia (Iin – Red) tega kepada keluarga saya, kenapa saya tidak? Bila semua sudah terbukti almarhum istri saya diberangkatkan secara ilegal. Maka saya akan tempuh jalur hukum” ancam Markum Riyanto.
Sementara itu, Iin yang di duga sebagai penyalur atau perantara almarhum Fatimah di konfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan dalam tulisan nya bahwa diri nya mengaku hanya seabagi informen.
“Lebih tepatnya informan karna saya merasa ada teman yang bisa membantu Saudara saya bekerja ke Malaysia.

Almarhum Fatimah Saat Berada di Institut Perubatan Forensik Negara Malaysia

Untuk PT nya sendiri saya kurang tau, baiknya di tanyakan langsung ke yang bersangkutan yaitu pak Gunarto atau saudari Utami karna ketika kemarin saya tanyakan terkait PT. Yang memberangkatkan yang bersangkutan tidak menjawab bahkan sekarang tidak bisa saya hubungi. Saya hanya mengenal mereka berdua secara personal sebagai orang yang bekerja dibidang penyaluran tenaga kerja. Untuk detail PT dan lainya saya kurang tau.

Almarhum Fatimah Saat Berada di Institut Perubatan Forensik Negara Malaysia

Soal KTKLN saya kurang tau, karna saya bukan staff mereka, jadi lebih tepatnya coba di tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Dan perlu saya ingatkan, saya kurang sependapat jika di sebut sebagai orang yang memberangkatkan. Karna saya bukan yang memberangkatkan” tulis Iin di pesan WhatsApp.

Almarhum Fatimah Saat Berada di Institut Perubatan Forensik Negara Malaysia

Sampai berita ini, ditayangkan. Utami dan Gunarto belum ada jawaban. (JKY/Red)

Leave a Comment