Jenazah Pahlawan Devisa Tiba Di Rumah Duka

Layar Independen

Madiun, 17 Juni 2019

Jenazah atas nama Fatimah (46), warga asal Rt 13 Rw 02 Desa Nglandung Kecamatan Geger Kabupaten Madiun yang meninggal Malaysia. Sekitar jam 13.45. WIB. Telah tiba di rumah duka dengan di antar mobil ambulan milik Perkhidmatan Jenasah Islam Hijrah, dengan Nomor Polisi L 1207 RW. Setelah tiba di rumah duka, tidak begitu lama jenazah langsung di sholatkan dan langsung di makamkan di pemakaman umum Makam Krajan.


Agung Setio, sopir mobil ambulan Perkhidmatan Jenazah Islam Hijrah menerangkan bahwa, dirinya sebatas mengambil jenazah dari Bandara Juanda Surabaya lalu di antar ke alamat yang tertera.

Jenazah Fatimah Saat Tiba Di Rumah Duka

“Saya, hanya mengambil jenazah. Untuk yang lain nya saya tidak tau, dan di bandara saya sama sekali tidak melihat ada nya dinas terkait yang menyambut” kata Agung Setio.
Markum Rianto (52), suami almarhum menjelaskan, diri nya tidak tau sama sekali nama PT yang memberangkatkan istrinya menjadi TKI di Malaysia.

 

Jenazah Fatimah Waktu Di Berangkatkan Ke Pemakaman

“Sama sekali nama PT. Yang memberangkatkan saya tidak tau” terang Markum Rianto.
Lebih lanjut, waktu dulu almarhum berangkat ke Malaysia menjadi TKI, almarhum menunggu proses dirumah kurang lebih selama (3) tiga bulan. Dan waktu berangkat dirinya (Markum Rianto – Red) cuma mengantar almarhum sampai depan Indomaret Pagotan.
“Dulu saya, cuma mengantar ke depan Indomaret pagotan sekitar jam 22.00 WIB” Kata Markum Rianto.
Selain itu, Markum Rianto juga menjelaskan proses pemberangaktan almarhum, setelah almarhum tiba di Bandara Juanda Surabaya dan terbang. Itu, almarhum turun nya di Batam bukan di Malaysia, setelah sampai Batam ada seseorang yang jemput dan baru di berangkat kan ke Malaysia melalu jalur laut.
“Dulu, waktu berangkat istri saya tidak langsung dari Surabaya ke Malaysia, melainkan turun Batam dan dari Batam baru lewat jalur laut. Saya tau, karena waktu itu saya dan almarhum terus komunikasi lewat HP” jelas Markum Rianto.

Jenazah Fatimah Waktu Di Berangkatkan Ke Pemakaman
Jenazah Fatimah Waktu Di Berangkatkan Ke Pemakaman

Harsono Widodo Perangkat Desa Nglandung menjelaskan bahwa, dokomen almarhum waktu berangkat menjadi TKI yang ada di desa itu, cuma surat ijin suami, sedangkan PT mana yang memberangkatkan almarhum menjadi TKI tidak ada  dokumen yang diserahkan ke desa.
“Yang, tersimpan di desa cuma surat ijin suami. Sedangkan PT nya mana? Pihak pemerintahan desa sama sekali tidak tau” ujar Harsono Widodo.
Lebih lanjut, kepulangan jenazah almarhum dari Malaysia tanpa di sambut oleh Disnakertrans Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur maupun dari pihak PT PJTKI yang memberangkatkan.
“Sungguh disayangkan pihak Dinaskertrans, Provinsi Jawa Timur maupun dari pihak PT. Yang memberangkatkan almarhum menjadi TKI tidak ikut menyambut ke datangan jenazah almarhum. Bukan kah TKI itu, Pahlawan Devisa Negara” keluh Harsono Widodo.
Sementara itu, samapi brita ini, ditayangkan pihak Dinaskertrans maupun dari PT. Belum bisa dikonfirmasi. (DP)

Leave a Comment