Benarkah Harga Nyawa KPPS, Lebih Murah Dari Sapi Jenis Simental

Layar Independen

25 April 2019

Pada tanggal 17 April 2019, Bangsa Indonesia mengadakan pemilihan umum (Pemilu) serentak. Dalam pemilu serentak masyrakat Indonesia diwajibkan memilih Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD – RI), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR – RI), Dewan Perwakilan Daerah Provinsi (DPRD – Prov), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kabupaten/Kota).
Namun dalam hajat yang besar tersebut tau kah anda, siapa ujung tombak dalam suksesnya pemilu tersebut? Ya, Jawab nya pasti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Kenapa bisa begitu? pastinya tanpa adanya KPPS, pemilu tidak akan bisa berjalan.


Menghadapi hajat besar untuk lima tahun kedepan nasib bangsa ini, ternyata harus ditebus dengan mahal oleh para KPPS. Kenapa bisa begitu? Ya, karena banyak KPPS sebagai ujung tombak pemilu telah meninggal.
Semua orang di Indonesia tau bahwa kerja KPPS tidaklah mudah, mereka kerja mulai dari persiapan H – 1 sampai hari H bahkan hari H + 1, tanpa ada istiraha yang cukup. Untuk Ketua KPPS honor sebesar Rp. 550.000.-(Lima Ratus Lima Puluh Ribu) dan masih dipotong pajak sebesar 6%, sedangakan anggota Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu) yang juga masih dipotong pajak 6%.
Lalu, pantaskah mereka dengan honor yang minim harus berkerja dengan mengorbankan nyawa? apa bila itu, dikaitkan dengan hajatĀ  besar Bangsa ini?
Kalau seandainya benar mereka yang meninggal mendapatkan santunan sekitar Rp. 30.000.000.000.- (Tiga Puluh Juta), apakah itu sudah menjadi harga yang pantas? saya kira tidak, pasal nya harga sapi jenis simental. Yang digunakan korban oleh presiden waktu Idhul Ahdha tahun 2018 saja mencapai Rp. 75.000.000.-(Tuju Puluh Lima Juta), per ekor.

Penulis : Joko Yuli Kuswanto

Leave a Comment