Seluruh Desa Di Kecamatan Geger Lakukan PSN Serentak

Layar Independen

Madiun, 30 Januari 2019

Musim penghujan kali ini, banyak masyarakat terjangkit wabah demam berdarah. Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Biasanya, jenis nyamuk ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.

Penularan virus Dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. Virus Dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang.
Virus Dengue terbagi menjadi empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Ketika seseorang terinfeksi salah satu tipe virus Dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap tipe virus tersebut. Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

Setiyoso Kepala Desa Putat(kaos merah) Menerima Obat Pembasmi Jentik Dari Dinas Kesehatan Melalu Camat Geger

Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. Demi menanggulangi wabah tersebut, kemarin pada tanggal 23 Januari 2019. Di kecamatan Geger Kabupaten Madiun mengadakana gerakan serentak untuk menanggulangi demam berdarah.
Eryk Sanjaya Camat Geger Kabupaten Madiun membenarkan bahwa, pada tanggal 23 Januari kemarin di seluruh desa yang berada di Kecamatan Geger mengadakan gerakan untuk menghentikan wabah demam berdarah yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dengan cara, melakukan kerjabakti membersihkan selokan. Bahkan tidak lupa gerakan serentakĀ  3M pun juga dilakukan, 3M itu sendiri terdiri dari kegiatan menutup, menguras, dan mengubur objek-objek yang mendukung siklus hidup nyamuk.

Kegiatam Foging Di Dusun 1 Desa Putat Oleh Dinas Kesehatan


” dengan cuaca yang estrim, demam berdarah cendrung meningkat, maka diharapkan masyarakat melakukan pemberantasan melalui 3 M, karena itu mampu untuk memutus siklus nyamuk” kata Eryk Sanjaya.
Sementara ditempat terpisah Setiyoso Kepala Desa Putat Kecamatan Geger Kabupaten Madiun mengatakan bahwa, wabah penyakit demam berdarah ini, harus dilakukan secara bersama. Dengan cara pembasmian sarang nyamuk Puls. Karean, nyamuk ini berkembang dengan cepat, selain itu nyamuk dewasa memiliki jangkauan terbang 100 – 200 meter.
“Pemberantasan harus dilakukan secara bersama – sama, tidak bisa dilakukan secara individu” terang Setiyoso. Selain itu, Setiyoso juga mengatakan, setelah ada masyarakat nya terkena demam berdarah. Dirinya langsung melaporkan hal ini ke dinas terkait.
“Alhamdulilah setelah pihak desa melaporkan, langsung diadakan peninjauan dari dinas dan langsung dibantu obat abate untuk memberantas jentik. Bantuan obat seberatĀ  11 Kg ini, dibagikan secara gratis ke masyarakat” terang Setiyoso. Masih menurut Kepala Desa Putat, selain obat untuk memberantas jentik yang dibantukan dari dinas terkait dan diserahkan melalui camat ke pemerintahan desa ini.
“Dinas kesehatanpun juga melakukan pembasmian nyamuk dewasa dilokasi yang berdampak langsung, dengan menggunakan foging. Tutup Setiyoso.

Leave a Comment