Merasa Terzholimi, Selain Akan Melakukan Gugatan Endang Setyowati Juga Ber Do’a Agar Alloh Memberikan Azab

Layar Independen

Madiun, 28 Desember 2018

Endang Setyowati salah satu masyarakat Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, mulai tanggal 20 Desember kemarin harus hidup tanpa menggunakan listrik lagi. Pasal nya diri nya (Red – Endang Setyowati) telah dituduh mencuri setrum milik PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, oleh petugas Penertiban Tenaga Listrik (P2TL) sehingga dilakukan pemutusan aliran listrik.

Endang Setyowati Saat Menunjukan Meter Yang Diputus Oleh PT. PLN

Endang Setyowati menjelaskan bahwa diri nya pada waktu itu, sedang ada tamu dari Bank Syariah dan tau – tau ada petugas dari PLN mengontrol listrik nya, namun aneh nya kenapa dia (Red – petugas PLN) itu melakukan pencodosan kabel dan menggesek kabel listrik ke atap yang terbuat dari seng, dan setelah itu dibilang saya telah melakukan pencurian setrum.
“Waktu pencodosan itu saya tau sendiri dan melihat dengan mata kepala saya sendiri” kata Endang Setyowati. Masih menurut Endang Setyowati rumah yang ditempati nya sering kosong karena diri nya dan suami sering kesawah,”saya hanya sebagai petani dan tidak tau masalah listri, lalu untuk apa saya mencuri setrum. Sedangkan dulu waktu saya punya hajat mengunakan disel dan sama sekali tidak mengunakan listrik milik PLN” terang Endang Setyowati.

Febianto, Suverfeser PT. PLN Persero Rayon Dolopo

Selain itu, Endang Setyowati menceritakan bahwa mulai diadakan pemutusan kemarin diri nya dan suami tidak menggunakan listrik, dan selama ini saya jarang tidur, bila menjelang malam saya melakukan dhzikir untuk meminta pengadilan ke pada Alloh.
” setelah hari itu, bila menjelang tengah malam saya melakukan sholat tahajut dan berdhzikir, agar mereka yang melakukan pedhzoliman terhadap saya dan keluarga di adili oleh Alloh” jelas Endang Setyowati.
Sementara itu, Febrianto bagian suverfeser PT. PLN Persero Rayon Delopo menjelaskan bahwa maslah itu, cuma penertipan dan diterbitkan berita acara, bahkan juga didampingi oleh kepolisaan.
“Terkait masala penertiban kita mempunyai tiga cara yaitu, dengan analisa data, sistim sisir dan pelaporan” terang Febrianto. Masih menurut, Febrianto sebenar nya terkait masalah pemutusan terhadap pelanggan dari pihak PT. PLN Persero tidak boleh bicara kepada yang bukan pelanggan.
“Kalau ini mau di mediakan dan mau diangkat keranah hukum saya persilahkan” ucap Febrianto dengan nada tak acuh.
Sementara Aiptu Aris salah satu anggota Polsek Geger yang mendampingi pemutusan sambungan listrik milik Endang Setyowati saat di konfirmasi melalui via WhatsApp menjelaskan waktu itu memang ditemukan lubang di kabel yang berada diatas meteran.

Kantor PT.PLN Rayon Dolopo

“Saya melihat sendiri bahwa dikabel yang ada diatas meter listrik ada yang lubang” terang Aiptu Aris. (Dp/Red)

Leave a Comment