Benarkah Ada Pungli Di SMPN 2 Geger ???

Layar Independen

Madiun, 31 Oktober 2018

Bor Sekolahan SMPN 2 Geger

Suara sumbang tentang adanya pungutan liar (pungli) di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMP N ) 2 Geger Kabupaten Madiun yang akhir – akhir ini mulai disorot beberapa media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Terutama dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pemantau Independen ( LSM LPI). Dugaan adanya pungutan liar dipicu dengan adanya undangan pihak sekolah ke wali murid di ajaran tahun 2017/2108 dengan undangan Nomor : 005/170/402.107.134/2017
Lampiran : –
Perihal : Undangan.
Adapun bunyi surat yang ditandatangani oleh Drs. Munirul Ichwan, M.Pd pada tanggal 26 Oktober 2017 ini sebagai berikut.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu Orang tua, Wali Murid besok pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 28 Oktober 2017
Waktu : 08.30
Tempat : SMP Negri 2 GEGER
Acara : 1. Pengambilan Rapot Sisipan Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018.
2. Rapat Komite dan Paguyuban SMP Negri 2 GEGER.
Demikian atas kehadiran dan kerjasamanya yang baik kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum.
Sementara ” K ” (inisial), salah satu Wali Murid, menjelaskan bahwa dirinya waktu datang di undangan itu, mengatakan sesungguhnya bahwa itu bukanlah suatu rapat Komite maupun paguyupan melainkan disitu sudah ada pengarahan.
“Secara pribadi saya mengatakan bahwa itu bukanlah rapat untuk komite dan paguyuban melainkan suatu pengarahan” sebutnya K.
Sementara dikonfirmasi melalui WhatsApp, Wagio ketua LSM LPI menerangkan bahwa itu sudah merupakan adanya indikasi pungli yang perlu terus diawasi dan kalau memang perlu juga akan di kordinasikan dengan satgas pungutan liar.
“Hal ini, bisa saya katakan bahwa iuran atau apapun itu namanya yang membebani Wali Murid dengan arahan yang tetek mbengek dari Komite, Paguyuban maupun Kepala Sekolah agar Wali Murid tidak merasa keberatan bisa dikatakan adanya indikasi pungli” jelas Wagio.
Masih menurut keterangan Ketua LSM LPI yang aktif dalam pemantauan kebijaksanaan pejabat ini, dirinya juga menjelaskan setelah diadakannya pengumpulan bahan keterangan dari beberapa sumber yang bisa dipercaya, bisa diketaui bahwa dari keseluruan siswa yang belum bayar ada sekitar Rp.72.000.000, (Tuju Puluh Dua Juta) lebih, dan itu bisa diartikan bahwa Wali Murid yang dulu di kumpulkan merasa keberatan ditarik, seandainya itu tidak merasa keberatan mesti sudah pada bayar semua.

Bentuk Surat Undangan Dari Kepala Sekolah Untuk Wali Murid

“data yang saya peroleh, yang belum bayar skitar 45% dari jumlah siswa, yang mestinya kalu sudah bayar semua jumlah uang terkumpul sebanyak Rp.205.000.000, (Dua Ratus Lima Juta) lebih” tutup Wagio dalam pesan fia WhatsApp nya.
Sementara  Drs. Munirul Ichwan, M.Pd Kepala Sekolah SMP N 2 Geger saat dikonfirmasi tidak ada ditempat dan saat itu di temui oleh Guru yang bernama Asih, lalu Guru ini menjelaskan bahwa sekarang Kepala Sekolah tidaka ada karena sudah pensiun dan untuk Plt-nya juga tidak ada ditempat sedang rapat di dinas, sedangkan pelaksananya baru saja ijin untuk periksa lantaran sakit gigi, bahkan Kepala Tata Usaha (KTU) juga rapat.
“Untuk sementara Kepala Sekolah Kosong karena pensiun, sedangkan Plt dan KTU rapat di dinas, pelaksana baru saja ijin karena sakit gigi, dan silahkan keterangan saya ini untuk direkam” terang Asih, masih menurut Asih, sambil jalan dirinya juga mempersilahkan untuk membuka ruangan Kepala Sekolah,” silahkan buka saja itu ruangannya nanti dikira saya sembunyikan, saya hanya bisa kasih keterangan tentang beliau bahwa tidak ada ditempat tidak lebih dari itu” cetus Asih, dan nampak tidak senang dengan kedatangan wartawan yang sekedar konfirmasi. (DP/Red)

Leave a Comment