Ponpes Modern Darussalam Bersholawat & Berdo’a untuk Palu

Layar Independen

Kediri, 6 Oktober 2018

 

Para santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Kediri, Jawa Timur, Sabtu (06/10), melakukan do’a bersama bagi korban gempa Donggala dan Palu. Dengan mengenakan baju putih-putih, para santri secara khusuk berdo’a mengikuti Sholawatan.
Acara tersebut dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Milad (Ulang Tahun) Ke-12 Pondok Pesantren Modern Darussalam yang terletak di Dusun Centong, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Menurut Pengasuh Ponpes Modern Darussalam, Khoirul Fuad Hasyim, SH., MH, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati berdirinya Ponpes yang menaungi Madrasah Dinniyyah, SMP Plus dan SMK Plus ini.

Pemimpin Redaksi Optimis, bersama Gus Fuad memotong pita pemberangkatan peserta pawai ta’aruf

“Selain Sholawatan, juga dilaksanakan Pawai Ta’aruf, Pengajian Akbar, Tahlil, serta berbagai perlombaan. Dan pada kesempatan ini, kita juga memanjatkan do’a untuk saudara kita yang sedang terkena bencana alam, baik di Lombok, Donggala dan Palu. Semoga bencana ini merupakan awal kebaikan dari semua yang sudah baik,” terang Putra dari Alm KH. Muzaini Romli, SE. MM yang biasa dipanggil Gus Fuk.
Ditambahkannya, dengan diadakan Darussalam Bersholawat diharapkan dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antara Santriwan dan Santriwati dengan warga masyarkat serta alumni. Terbukti setiap ada kegiatan seperti ini, selalu disambut gembira oleh warga.
Masih kata Gus Fuk, pihaknya selalu mengedepankan pendidikan berbasis pondok pesantren yang lebih menekankan pada pendidikan murah, bahkan gratis dan berkualitas. Seperti yang diterapkan SMP Plus Darussalam, tak pernah memungut biaya sepeserpun kepada siswa.
Kepala SMP Plus Darussalam, Nuning Rachmawati, S.Pd., M.Pd, dikonfirmasi Optimis membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya tersebut merupakan sekolah gratis dengan berbasis pondok pesantren. “Kami berharap kepada siswa siswi untuk menjadi generasi penerus yang bukan hanya ahli dalam pendidikan umum saja, melainkan juga ahli dalam ilmu agama,” harapnya.
Nuning berjanji akan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikannya. “Meskipun SMP Plus Darussalam ini merupakan sekolahan swasta, tetapi prestasi siswa siswi disini tidak kalah dengan sekolahan negeri,” pungkasnya.

Grup Rebana Sirojul Musthofa sedang Berdo’a untuk korban Donggala dan Palu

Begitu juga di SMK Plus Darussalam, merupakan sekolahan yang berbasis serba modern. Terbukti, pada Ujian Nasional kemarin dipercaya Dinas Pendidikan Kota Kediri untuk melakukan Ujian Online.
Hadir dalam acara Pawai Ta’aruf Milad Ke-12 ini, di antaranya Pemimpin Redaksi Optimis, Urip Sutomo, BA, yang sekaligus memberangkatkan peserta pawai. “Disini terasa sangat damai dan segar. Mungkin karena lokasinya yang rindang penuh pepohonan dan seringnya digunakan untuk beribadah serta menuntut ilmu agama, sehingga membuat siapa saja yang datang jadi kerasan,” ulas mantan pegawai Departemen Penerangan ini. (Erlis Eko S/Red)

Leave a Comment