HUT PASJAR Ke-15 Go Nusantara

Layar Independen

KEDIRI, 30 September 2018

Hari Ulang Tahun Paguyuban Seni Jaranan (PASJAR) Kabupaten Kediri Ke-15 Tahun, yang diselenggarakan di lapangan Desa Duwet, Kecamatan Wates, Sabtu (29/09), berlangsung semarak.

Ahmad Zainal Muslih, saat Menerima Penghargaan

Ribuan pelaku seni bersama masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pesta yang dimulai jam 10.00 hingga dini hari tersebut.
Hadir dalam acara spektakuler ini di antaranya, Ketua PASJAR, Bopo Hary Pratondo, Kepala Dinas Pariwisata, Camat Wates, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Duwet, Media Partner, yaitu CEO Radio Panjalu FM dan HAPRA Indonesia, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, wartawan, dan para pelaku seni jaranan dari seluruh pelosok Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
Dalam perayaan ulang tahun dengan panggung megah yang didukung lighting serta sound system berkekuatan ribuan watt dan pesta kembang api yang membuat seluruh penontot takjub itu menjadi saksi bahwa PASJAR sekarang munggunakan nama PASJAR Nusantara yang menjadi wadah bagi seluruh pelaku dan pecinta kesenian tradisional kuda lumping atau lebih dikenal dengan Jaranan.

Kepala Dinas Pariwisata Kab Kediri, Adi Suwigyo saat memberi sambutan
Bopo Hary Pratondo bersama para penerima award
HUT Paguyuban Seni Jaranan

Ketua PASJAR, Bopo Hary Pratondo dalam sambutannya mengatakan, paguyuban ini sekarang bukan hanya sebagai wadah pelaku seni jaranan di daerah kabupaten saja, melainkan juga untuk wilayah lain. “Saat ini beberapa kabupaten dan kota di luar Jawa juga sudah banyak yang bergabung dalam PASJAR,” ungkapnya.
Bopo Hary Pratondo juga mengajak kepada seluruh pelaku seni, khususnya jaranan untuk bersatu padu tanpa ada gesekan dan perselisihan. Karena pada dasarnya awal berangkat menjadi pelaku seni pasti murni didasari dari niat suci menguri-nguri tradisi leluhur agar tetap lestari dinikmati anak cucu kita, dan tidak sampai diakui oleh bangsa lain sebagai budaya mereka.

Bopo Hary Pratondo memberikan potongan tumpeng kepada sesepuh penggiat jaranan

“Oleh karena itu, kita harus menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut dengan baik, Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa pegiat seni jaranan selalu kompak dan profesional,” ucap Bopo Hary Pratondo.
Seusai acara pemotongan tumpeng, Ketua PASJAR Nusantara, Bopo Hary Pratondo berkenan memberikan awarding kepada para pengurus dan pelaku seni jaranan berprestasi di wilayah Kabupaten Kediri serta media partner yang selama ini turut andil dalam melestarikan budaya asli dari Kediri berupa jaranan.
Sementara itu, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Adi Suwigyo mengatakan, selama bertahun-tahun PASJAR telah membuktikan bersama pemerintah daerah dalam mewujudkan kelestarian kesenian tradisonal jaranan serta membawa ke kancah nasional dan internasional.
“Pagelaran Seribu Barong yang dipandengani oleh PASJAR digelar setiap tahun di area Simpang Lima Gumul (SLG) telah mampu menyedot perhatian masyarakat luas dan mendatangkan wisatawan nasional dan internasional. Prestasi ini patut untuk diapresiasi dan terus ditingkatkan dalam setiap event-event lainnya. Selamat dan Sukses HUT Ke-15 PASJAR Kabupaten Kediri,” pungkasnya.
Kapolsek Wates, AKP Suharsono dalam sambutannya yang diwakili Wakapolsek, Antit Wicaksono menyatakan sangat bangga melihat guyub rukun dan kekompakan para pelaku kesenian jaranan yang tergabung dalam sebuah PASJAR Nusantara.
“Sebenarnya saya sudah lama kenal dengan Bopo Hary Pratondo, namun juga sudah lama sekali tidak sambung sama sekali, dan baru hari ini bertemu dalam acara spektakuler disini. Segenap jajaran kepolisian mengucapkan selamat dan sukses HUT PASJAR Ke-15, semoga kedepan akan semakin baik dan berjaya,” ungkapnya.
CEO Radio Panjalu FM, Khusnul Arif, S.Sos, meyampaikan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari PASJAR Nusantara dalam mengemban tugas mulia melestarikan Budaya Jawa yang adiluhung. “Kami mengucapkan selamat dan sukses HUT PASJAR Ke-15, semoga kesenian jaranan semakin lestari dan dikenal hingga manca negara,” ungkap Khusnul Arif.
Sementara, Ahmad Zainal Mushlih, perwakilan HAPRA INDONESIA seusai menerima penghargaan mengatakan, kesenian tradisional perlu terus diuri-uri agar lestari dan dapat dinikmati oleh anak cucu sebagai generasi negeri ini.
“Perolehan awarding dari PASJAR tersebut membuat kita semakin memacu semangat dalam mengemban amanat melestarikan kesenian jaranan nusantara,” ujar wartawan yang telah lolos UKW UTAMA tahun 2017 ini. (Red)

Leave a Comment