Antisipasi Luberan Air Di Musim Penghujan Dengan Benahi Drainase

Layar Independen

Madiun, 29 September 2018

 

Pemerintahan Desa Suberejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, maksimalkan Dana Desa (DD) untuk memperbaiki drainase yang terletak di Rt 14, 15, 16, 19. Dukuh Mbudhoireng. Drainase yang diperbaiki ini panjangnya mencapai 457 meter, dengan kedalaman galian 0,70 meter, ketebalan plester cor bawah 0,10 meter, sehingga kedalaman bersih mencapai 0,60 meter. Dengan menelan biaya sebesar Rp. 183.000.000 (Seratus Delapan Puluh Tiga Juta), anggaran tersebut di ambilkan dari Dana Desa (DD) tahap 3 (tiga), dan itu belum terpotong dengan pajak dan BOP. Pembenahan drainase ini, dikarenakan drainase yang lama sudah tidak mampu untuk menampung air hujan di saat musim penghujan, sehingga di saat musim penghujan hampir bisa dipastikan air selalu meluber kejalan, dan luberan air itu bisa menjadi pemicu rusaknya jalan yang membuat malas masyarakat setempat untuk melakukan aktifitas setelah hujan. Padahal masyarakat setempat menghidupi keluarga dengan cara bertani, jadi bisa dikatakan drainase yang tidak mampu menapung volume air hujan di saat musim penghujan sebagai salah satu faktor penyebab utama menurunnya penghasilan masyarakat di waktu musim penghujan.

Papan Nama Proyek Dana Desa Desa Sumberejo

Agung Fatoni selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Sumberejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, menjelaskan bahwa dengan di perbaikinya drainase yang berada di Kasun 1 (Satu), di harapkan bisa menjadi solusi di saat datangnya musim penghujan, agar air tidak meluber kejalan.
“Sebelum ada pembenahan drainase, di saat musim penghujan pasti air meluber kejalan” terang Agung Fatoni.
Lanjut Agung Fatoni, diharapkan dengan di perbaiki drainase tersebut, mampu untuk menampung debet air di musim penghujan dan air tidak sampai meluber di jalan, sehingga air hujan nantinya bisa di arahkan ke embung. Dan nantinya bisa di maanfaatkan oleh para petani maupun buruh tani untuk mengairi sawah. pada dasarnya masyarakat Desa Sumberejo bermata pencarian sebagai tani dan buruh tani, jadi sangat membutuhkan air.
“Setelah di benahi diharapkan nantinya air di musim penghujan tidak melober kejalan” harap Agung Fatoni.

Para Pekerja Pembaruan Draniase Didesa Sumberejo


Masih menuru Agung Fatoni, sistim pengerjaan pembuatan drainase ini dengan sistim padat karya atau memberdayakan masyarakat sekitar, bahkan warga yang ikut kerja sebanyak 7 orang sebagai tukang, dan kuli sebanyak 24 orang.

Bentuk Drainase yang lama Desa Sumberejo

“Para pekerja semua itu warga sekitar dan KTP-nya pun boleh di cek” celetuk Agung Fatoni. (Dp/Red)

Leave a Comment